Stasiun Kroya Makin Ramai, Simpul Penting Perjalanan KA di Selatan Jawa

Stasiun Kroya mencatat rata-rata 93.159 pelanggan per bulan sepanjang Januari-Agustus 2026, naik 49 persen dibandingkan rata-rata bulanan 2023.
PURWOKERTO, puskapik.com – Stasiun Kroya, Kabupaten Cilacap, semakin ramai melayani perjalanan kereta api.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, rata-rata 93.159 pelanggan menggunakan stasiun ini setiap bulan, meningkat 49 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2023.
Jumlah tersebut menempatkan Stasiun Kroya sebagai salah satu stasiun tersibuk di wilayah Daop 5 Purwokerto. Dari rata-rata bulanan itu, 46.804 pelanggan tercatat berangkat, sedangkan 46.356 pelanggan tiba di Stasiun Kroya.
Baca Juga: Jembatan Mlayang Brebes Bakal Pakai Konstruksi Besi IWF
Kenaikan jumlah pelanggan terlihat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, rata-rata pelanggan mencapai 74.961 orang per bulan. Jumlah itu naik menjadi 83.290 orang per bulan pada 2025, sebelum mencapai lebih dari 93 ribu pelanggan per bulan pada 2026.
Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan memperlihatkan peran Stasiun Kroya dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa Stasiun Kroya memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat,” kata As’ad.
Baca Juga: Gerakan ASRI, Kader Gerindra Bersihkan Saluran Air di Desa Setu Tegal
Stasiun Kroya berada di Desa Bajing, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Lokasinya menjadikan stasiun ini salah satu simpul perjalanan kereta api di jalur selatan Jawa.
Dari Kroya, perjalanan kereta api terhubung ke berbagai kota. Ke arah barat menuju Bandung, ke timur menuju Yogyakarta, Surabaya hingga Banyuwangi, serta ke utara menuju Purwokerto dan Jakarta.
Sekitar 95 perjalanan kereta api melayani pelanggan di Stasiun Kroya setiap hari. Pilihan kelasnya juga beragam, mulai ekonomi dan eksekutif hingga Luxury, Panoramic, dan Suite Class Compartment.
Baca Juga: PMI Kabupaten Tegal Distribusikan 652 Ribu Liter Air Bersih, Kemana Saja?
Ramainya perjalanan kereta api ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar stasiun. UMKM dan berbagai layanan transportasi lanjutan tumbuh untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang datang maupun berangkat dari Kroya.“Hal ini menjadikan stasiun tidak hanya sebagai tempat naik dan turunnya penumpang, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kawasan,” ujar As’ad.
Di balik kesibukannya sekarang, Stasiun Kroya memiliki sejarah panjang. Stasiun yang berada sekitar 11 meter di atas permukaan laut itu mulai beroperasi pada 20 Juli 1887.
Lebih dari satu abad kemudian, Stasiun Kroya tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat di jalur selatan Jawa. KAI juga menyediakan sejumlah fasilitas untuk pelanggan, seperti Wi-Fi, isi ulang air minum gratis, serta toilet yang bersih dan nyaman. ***