Tebing Longsor di Genting Gunung Kendal, Camat Sukorejo Bergerak Cepat Cegah Ancaman Bencana Susulan

Pascatebing longsor di Desa Genting Gunung Kendal, Kecamatan Sukorejo bersama BPBD dan warga bergerak cepat membersihkan Sungai Kali Terong cegah banjir bandang.
KENDAL,puskapik.com – Pemerintah Kecamatan Sukorejo bergerak cepat menyikapi peristiwa longsor tebing yang terjadi di Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal,.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa karena lokasi longsor jauh dari permukiman warga, potensi dampak lanjutan dinilai cukup berbahaya jika tidak segera ditangani.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan longsoran tanah menyebabkan kayu-kayu hutan berserakan dan menutup aliran Sungai Kali Terong.
Baca Juga: Pascabanjir, Wisata Guci di Pancuran 13 Lebih Eksotis dan Alami
Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, mengingat di sepanjang hilir sungai terdapat sejumlah permukiman warga.
Tumpukan kayu dikhawatirkan dapat memicu luapan air hingga banjir bandang, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Menanggapi situasi itu, Camat Sukorejo Tejo Pramono Sakti menginisiasi langkah penanganan dengan menggelar pertemuan lintas pihak.
Pertemuan tersebut melibatkan perangkat Desa Genting Gunung, tokoh masyarakat, warga setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, serta pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga: PERADI Pekalongan Sukses Gelar PKPA dan UPA, Mayoritas Peserta Raih Predikat Sangat Baik
“Hari Senin kemarin kami langsung mengumpulkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Genting Gunung. Hadir juga dari BPBD Kendal untuk bersama-sama membicarakan langkah lanjutan sebagai tindakan preventif, agar tidak terjadi bencana yang lebih besar,” ujar Tejo Pramono.
Dari hasil koordinasi tersebut, disepakati langkah konkret berupa pembersihan aliran Sungai Kali Terong. Camat Sukorejo menegaskan, penanganan pascalongsor tidak hanya berhenti pada koordinasi, tetapi diwujudkan langsung melalui aksi di lapangan.
“Kami sepakat, pada Kamis nanti kami bersama masyarakat, BPBD, serta komunitas Lereng Prau akan turun langsung ke lokasi dengan membawa gergaji mesin untuk menyingkirkan balok-balok kayu yang menutup aliran sungai,” lanjutnya.
Menurut Tejo Pramono, langkah cepat tersebut sangat penting mengingat wilayah Kendal saat ini memasuki periode cuaca ekstrem dengan curah hujan yang relatif tinggi.
“Dengan pembersihan ini, kami berharap tidak ada lagi balok kayu besar yang terbawa arus Sungai Kali Terong dan berpotensi membahayakan warga di wilayah hilir,” pungkasnya.
Langkah responsif yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Sukorejo ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Upaya kolaboratif antara pemerintah, warga, dan instansi terkait tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko longsor susulan maupun bencana ikutan di wilayah tersebut. **
Artikel Terkait

FLS3N Pageruyung Kendal Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Pencarian Bibit Seniman Muda

Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Capai 2.000 Santri per Tahun

10 Provinsi Perkuat Kolaborasi Energi Bersih, Sampah, dan Giant Sea Wall
