Pascabanjir, Wisata Guci di Pancuran 13 Lebih Eksotis dan Alami

Pascabanjir Sungai Gung, wisata Guci khususnya Pancuran 13 tampak lebih alami dan asri. Warganet berharap kondisi eksotis ini dipertahankan tanpa bangunan berlebihan.
SLAWI, puskapik.com - Pascabanjir bandang di Sungai Gung wilayah Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, taman wisata alam Pancuran 13 terlihat lebih eksotis dan alami. Banyak warganet yang menginginkan kondisi itu dipertahankan sebagai daya tarik di wisata Guci.
Keindahan alam di wisata Guci memang tak diragukan lagi. Namun, pascabanjir yang memporak porandakan Pancuran 13 dan Pancuran 5 serta fasilitas jembatan, Guci terlihat lebih asri. Tidak ada bangunan yang menutupi bantaran Sungai Gung, membuat wisata pemandian air panas, layaknya lukisan alam. Bahkan, banyak warganet yang meminta Guci tetap dibiarkan seperti saat ini.
"Lebih bagus kaya gini kelihatan alami dan asri banget. Tolong jangan dibikin kaya dulu lagi, takut nanti malah tambah parah. Biarkan alam menampakan jati dirinya sendiri," kata Adsyah_Aj_Lh dalam postingan TWA Pancuran 13 di tiktok, baru-baru ini.
Baca Juga: Banjir Sungai Keruh Bumiayu Berulang, Sejumlah Tokoh Buka Suara: Butuh Solusi Konkret
Tak hanya soal permintaan Pancuran 13 tetap dipertahankan keasriannya, tapi warga sekitar juga melarang adanya pengambilan air panas. Hal itu mengingat jaringan pipa air panas membuat Guci terlihat semrawut dan kumuh.
"Warga Guci dan Pekandangan menuntut agar TWA Pancuran 13 kembali menjadi ruang publik gratis, bukan objek berbayar yang menutup akses masyarakat. Mereka tidak menolak konservasi, tapi menuntut keadilan akses agar alam yang diwariskan leluhur tidak berubah menjadi ruang eksklusif," kata postingan akun tiktok Info Wisata Guci.
Alam memiliki cara tersendiri untuk menyeimbangkan. Bencana salah satu cara alam mengembalikan keasriannya. Tangan-tangan manusia yang membuat alam tak seimbang, sehingga marah dengan mendatangkan bencana. Mari kita jaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.


