Setelah Gejala Keracunan, MBG di Kota Tegal Dikeluhkan Menu Diduga Berbau

Program MBG Ramadan di Kota Tegal kembali disorot. Orang tua balita keluhkan menu diduga tak layak konsumsi karena berbau dan berlendir.
TEGAL, puskapik.com - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG edisi Ramadan di Kota Tegal, kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya mencuat isu dugaan gejala keracunan, kini sejumlah orang tua dan wali balita mengeluhkan kondisi menu yang diterima karena diduga tidak layak konsumsi.
Keluhan datang dari warga Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan. Anak penerima MBG mendapatkan paket berisi telur rebus, ketela rebus dan pisang yang dibungkus plastik.
Namun, saat hendak dikonsumsi, ketela tersebut dilaporkan mengeluarkan bau masam sehingga tidak berani dimakan.
Baca Juga: Geger, Roti Berjamur Jadi Menu MBG Ramadan di Brebes
“Baunya sudah tidak enak, jadi kami tidak berani kasih ke anak,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Keluhan serupa juga terjadi di salah satu posyandu di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.
Orang tua balita mengaku menerima dua paket MBG sekaligus untuk Jumat 27 Februari 2026 dan Sabtu 28 Februari 2026.
Menu Jumat terdiri dari singkong keju, pisang dan tahu bakso. Sedangkan menu Sabtu berupa roti selai stroberi, anggur dan telur puyuh.
Menurutnya, tahu bakso dalam paket Jumat sudah dalam kondisi berlendir dan beraroma tidak sedap saat akan diberikan kepada anaknya.
“Setiap posyandu hari Jumat memang langsung dapat dua plastik, jadi jatah Jumat dan Sabtu dijadikan satu. Tapi tahu baksonya bau, jadi tidak dimakan,” tuturnya.
Distribusi dua hari sekaligus ini pun memunculkan pertanyaan dari para orang tua, terutama terkait daya tahan makanan yang dibagikan pada siang hari namun baru dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sejumlah wali berharap ada evaluasi menyeluruh, khususnya terkait standar pengemasan, penyimpanan serta mekanisme distribusi agar makanan yang diterima balita benar-benar aman dan layak konsumsi.
Program MBG bagi balita di posyandu diketahui telah berjalan sejak akhir Desember 2025.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG maupun instansi terkait mengenai keluhan tersebut.



