Serapan Bulog Tegal Tembus Target, Harga Gabah Naik hingga Rp 7.500 per Kilogram

Jumat, 31 Juli 2026 | 13.49
Bulog Kantor Cabang Tegal, melakukan penyerapan gabah di wilayah kerja eks-Karesidenan Pekalongan, Kamis 30 Juli 2026. Foto : istimewa
Bulog Kantor Cabang Tegal, melakukan penyerapan gabah di wilayah kerja eks-Karesidenan Pekalongan, Kamis 30 Juli 2026. Foto : istimewa

Bulog Cabang Tegal menembus target serapan 94.000 ton setara beras. Stok aman hingga panen 2027, sementara harga gabah petani tetap tinggi di atas HET.

TEGAL, puskapik.com - Penyerapan gabah dan beras di Bulog Kantor Cabang Tegal, yang mencakup wilayah eks-Karesidenan Pekalongan berhasil menembus target.

Hingga 30 Juli 2026, realisasi serapan telah mencapai 94.000 ton setara beras atau 100 persen dari target yang ditetapkan.

Capaian ini tak hanya berdampak pada ketersediaan stok, tetapi juga mendorong kenaikan harga gabah di tingkat petani.

Baca Juga: Seleksi Paskibraka Kabupaten Tegal 2026, Hanya 39 Siswa Lolos dan Dua Melaju ke Tingkat Jateng

Di tengah Harga Eceran Tertinggi atau HET gabah kering panen yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram, harga di lapangan justru berada di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kilogram.

Pimpinan Bulog Cabang Tegal, Agung Rohman mengatakan, penyerapan yang masif menjadi faktor utama terjaganya harga di tingkat petani sekaligus memperkuat posisi Cadangan Beras Pemerintah atau CBP.

"Dengan penyerapan yang dilakukan, harga gabah di tingkat petani pun terjaga. Dengan demikian kesejahteraan petani meningkat," ujar Agung Rohman, Jumat 31 Juli 2026.

Baca Juga: DPRD Jateng Bentuk Pansus, Usulan CDOB Brebes Selatan Masuk Babak Baru

Agung menambahkan, tercapainya target serapan juga menjadi indikator bahwa stok beras pemerintah dalam kondisi aman hingga musim panen tahun depan.

"Dengan tercapainya target penyerapan ini, stok cadangan beras pemerintah posisinya aman dan terjaga hingga tahun panen 2027," kata Agung.

Selain menjaga harga di tingkat petani, penyerapan juga berdampak pada sektor penggilingan padi.

Aktivitas penggilingan tetap berjalan, karena adanya serapan gabah dan beras yang dilakukan Bulog, sehingga stabilisasi di tingkat produsen ikut terjaga.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor, termasuk dengan Kodim 0712 Tegal melalui jajaran Babinsa serta dinas pertanian di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.

Dandim 0712 Tegal, Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, menyebut koordinasi intensif menjadi kunci capaian tersebut.

"Capaian serapan gabah beras dapat tercapai secara maksimal berkat koordinasi, kolaborasi, komunikasi serta kerja sama yang baik antar stakeholder," ujar Rachmat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait