Diduga Korban Perundungan, Polisi Dalami Kematian Siswa SD di Pemalang

Kamis, 1 Oktober 2026 | 16.29 WIB
Jenazah korban MHAQ (7) diautopsi di RSUD dr M Ashari Pemalang, Kamis 1 Oktober 2026
Jenazah korban MHAQ (7) diautopsi di RSUD dr M Ashari Pemalang, Kamis 1 Oktober 2026

Polisi mengautopsi jenazah MHAQ (7), siswa SDN 1 Kebondalem Pemalang, untuk mengetahui penyebab kematian dan mendalami dugaan perundungan oleh kakak kelas.

PEMALANG, puskapik.com – Polisi saat ini masih mendalami penyebab kematian MHAQ (7), siswa kelas 2 di SD Negeri 1 Kebondalem Kabupaten Pemalang yang diduga menjadi korban bullying (perundungan) oleh kakak kelasnya.

Pendalaman dilakukan melalui autopsi jenazah oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Biddokkes) Polda Jawa Tengah di RSUD dr M Ashari Pemalang, Kamis 1 Oktober 2026.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, mengatakan, autopsi dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat terkait meninggalnya korban.

Baca Juga: 28 Motor Knalpot Brong Terjaring Razia di Lingkar Bumiayu, Berawal dari Laporan Balap Liar

Polisi kemudian meminta keterangan dari keluarga korban sebelum melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Autopsi pun dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga.

"Semalam kami sudah datang ke rumah duka, kami sudah melaksanakan introgasi awal kepada orang tua dan orang-orang terdekat korban." jelas Kasat Reskrim.

"Hari ini pagi ini kami sudah melaksanakan autopsi kepada korban untuk mengetahui penyebab kematian korban," lanjutnya.

Baca Juga: Tunggu Umur Beton, Lalin Tegal-Purwokerto di Pagojengan Masih Buka Tutup

AKP Wildan Umar Rela menyebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian yang dialami korban hingga akhirnya meninggal dunia.

"Nanti kami jelaskan, akan didalami bidforensik biddokes Polda Jateng, karena saat ini terkait pelaksanaan autopsi kami dibantu Biddokes Polda Jateng secara Scientific Crime Investigation." tuturnya.

Selain pemeriksaan terhadap jenazah, polisi juga masih mendalami keterangan dari sejumlah saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Hasil autopsi nantinya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian untuk mengetahui penyebab kematian MHAQ serta mendalami dugaan kekerasan terhadap bocah kelas 2 SD itu.

Diberitakan sebelumnya, Seorang murid SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, MHAQ (7), meninggal dunia usai mengeluh kesakitan di perutnya hingga dirawat di rumah sakit.

Bocah yang masih duduk di kelas 2 SD itu diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. MHAQ diketahui mengembuskan napas terakhir pada Rabu sore 30 September 2026.

Artikel Terkait