”Tentang Kita”, Tentang Nostalgi Harmoni yang Nyawiji

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10.41
puskapik

Harmony of Java 2026 menghadirkan nostalgia lewat penampilan KLa Project. Ribuan penonton bernyanyi bersama, mengenang masa lalu dalam suasana penuh kebersamaan

SEMARANG, puskapik.com - Selepas pukul 21.00, dari balik panggung menyeruaklah Lilo, Adi, dan Katon Bagaskara di barisan akhir.

Demi melihat itu, para penonton yang sedari tadi menunggu ketiganya sontak berseru menyambutnya. Tak berapa lama, mengalunlah “Gerimis”.

Lagu itu menjadi pembuka penampilan KLa Project saat menjadi pamungkas “Harmony of Java 2026”, Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Baca Juga: 15.000 Lebih Kunjungi Pameran UMKM HUT ke-81 Pemprov Jateng, Taj Yasin: Makin Naik Kelas

Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov Jateng tersebut dilaksanakan di area Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Kota Semarang.

Hadir Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekda Sumarno.

Penampilan Katon, Lilo, dan Adi, nampaknya mampu mengobati kerinduan para KLanis, sebutan bagi penggemar KLa Project.

Baca Juga: Ahmad Luthfi: Gumregut Nyawiji Membangun Jawa Tengah

Mereka tak melewatkan satu pun penggal lirik ketika Katon melantunkan “Menjemput Impian”, “Belahan Jiwa”, “Semoga”, dan “Lagu Baru”.

Bagi sebagian penonton, ada sesuatu yang jauh lebih personal ketimbang sekadar berdendang bersama, yakni kenangan. Ketika KLa Project berdiri di atas panggung, seolah pintu waktu terbuka.

Tatkala cahaya panggung berpijar dibarengi suara khas Katon, raungan gitarnya Lilo, dan dentingan kibor Adi, masa lalu seperti kembali menemukan jalannya. Lagu-lagu yang pernah membersamai masa muda sebagian besar penonton.

Lihatlah wajah para penonton yang berseri-seri di sepanjang lagu yang didendangkan. Wajah-wajah yang sedang mengenang. Bahkan ketika lagu “Terpuruk” dilantunkan, mereka tetap saja menyanyikannya dengan riang gembira dan penuh senyuman.

“Kalian ini gimana, lagu Terpuruk kan liriknya sedih tapi kalian kok tetap saja nyanyinya ceria? Baiklah kita ganti liriknya jadi bahagia ya, bahagia tak terkira,” ujar Katon.

Malam itu KLa Project berikhtiar membawa kembali ke masa saat kaset masih menjadi benda penting, radio menjadi teman perjalanan, dan lirik lagu kerap menjadi cara sederhana untuk menyampaikan perasaan.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait