Teriakan Anak Sekolah Ungkap Penemuan Lansia Mengapung di Sungai Kendal

Warga dan petugas mengevakuasi jenazah Much Amin (77) yang ditemukan mengapung di sungai wilayah Langenharjo, Kendal, Kamis pagi, 29 Oktober 2026.
KENDAL, puskapik.com – Teriakan anak-anak sekolah dasar di dekat sebuah jembatan menjadi awal terungkapnya penemuan jenazah Much Amin, 77, di sungai wilayah Kelurahan Langenharjo, Kabupaten Kendal, Kamis 29 oktober 2026 pagi.
Mereka semula melihat sesuatu menyerupai kaki boneka di permukaan air. Setelah didekati warga, benda tersebut ternyata tubuh seorang pria lanjut usia.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Dua warga, Endang Kusuma Ningrum dan Tati Anggraini, yang mendengar teriakan anak-anak, kemudian mendatangi lokasi. Keduanya mendapati korban sudah mengapung di sungai dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga: Warga Negaradaha Bumiayu Tewas Tertemper KA Cakra Buana
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kelurahan. Warga juga menghubungi layanan darurat 110 sehingga petugas kepolisian dan tim terkait segera menuju lokasi.
Polisi bersama tim Inafis Polres Kendal, BPBD Kendal, dan PMI melakukan penanganan di lokasi.
Proses evakuasi tidak berlangsung mudah lantaran posisi tubuh korban berada di sungai. Setelah berhasil diangkat, jenazah dibawa ke RSUD dr. Soewondo Kendal untuk pemeriksaan medis.
Baca Juga: Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Berbagi Resep Kepemimpinan
Dokter jaga, Muhammad Luthfan Hakim, menemukan luka gores pada kaki kiri korban. Dari pemeriksaan awal, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai hingga mengalami kekurangan oksigen. Meski demikian, dugaan tersebut tidak serta-merta memastikan penyebab pasti kematian korban.
Keterangan warga sekitar menyebutkan, Much Amin tinggal seorang diri. Sebelum ditemukan meninggal, korban diduga hendak menjemur sarung sekitar pukul 05.00 WIB.
Kapolsek Kendal IPTU Joko Santoso membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Petugas melakukan penanganan setelah menerima laporan dari warga.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian itu dan menandatangani surat pernyataan tidak menghendaki autopsi. Setelah proses penanganan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan,” ungkapnya.
Penemuan tersebut menyisakan duka bagi keluarga sekaligus mengundang perhatian warga Langenharjo. Aktivitas pagi yang semula berjalan biasa berubah menjadi kerumunan setelah kabar penemuan jenazah menyebar di sekitar lokasi. **



