Terseret KA Parcel, Identitas Perempuan yang Tewas di Rel Ringinarum Kendal Masih Misterius

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09.17
Jenasah korban tertabrak KA dievakuasi ke RSUD Soewondo Kendal. (edhot)
Jenasah korban tertabrak KA dievakuasi ke RSUD Soewondo Kendal. (edhot)

Perempuan tanpa identitas tewas setelah tertemper dan terseret KA 304 di jalur rel Ringinarum, Kendal. Polisi masih melakukan identifikasi terhadap korban.

KENDAL, puskapik.com – Kecelakaan di jalur kereta api terjadi di wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya tewas setelah tertemper KA 304 atau kereta parcel utara di jalur KA wilayah Dusun Gentungsari, Desa Caruban, Kecamatan Ringinarum, Sabtu (29/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 02.35 WIB di KM 35+600/700. Saat kejadian, KA 304 melaju dari arah barat menuju timur.

Baca Juga: Tanpa Password, Ini Daftar Lokasi Wifi Gratis di Kota Tegal

Kapolsek Gemuh AKP Zarkoni mengatakan, korban merupakan perempuan yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Korban berada di jalur KA ketika kereta melintas dan kemudian tertemper.

Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali disampaikan oleh masinis KA 304, Risca Apriyanto, kepada Pusdalops. Informasi itu kemudian diteruskan ke Stasiun KA Kalibodri dan diterima petugas keamanan stasiun, Soni Ekfriyan.

Baca Juga: Aduan Warga Maksimal 3 Hari, Diskominfo Kota Tegal Optimalkan Sp4n Lapor

Soni kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Mapolsek Gemuh. Petugas kepolisian yang mendatangi lokasi mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat akibat tertemper dan terseret kereta.

"Korban perempuan tanpa identitas. Saat ini masih dilakukan proses identifikasi untuk mengetahui identitas korban," kata AKP Zarkoni.

Dalam penanganan kejadian tersebut, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, di antaranya Wiwin Sanjaya, warga Wungurejo yang bertugas sebagai penjaga perlintasan KA JPL 60.A di Dusun Gentungsari, Desa Caruban, Kecamatan Ringinarum, serta Soni Ekfriyan, warga Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, yang merupakan satpam Stasiun KA Kalibodri.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kabupaten Kendal ke RSUD dr. H. Soewondo Kendal untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan identifikasi terhadap jenazah.

Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui ciri-ciri korban diharapkan dapat menghubungi pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi. **

Artikel Terkait