Tujuh Tahun Pawitan Mukti, UMKM Empat Kecamatan Kendal Bidik Pasar Lebih Luas

Forum UMKM Pawitan Mukti yang beranggotakan pelaku usaha dari empat kecamatan Kendal memperkuat kualitas produk, legalitas, dan pemasaran digital untuk memperluas pasar.
KENDAL, puskapik.com – Kebersamaan yang terjalin selama tujuh tahun menjadi modal bagi Forum UMKM Pawitan Mukti untuk membawa produk lokal naik kelas.
Pelaku UMKM dari Kecamatan Sukorejo, Patean, Plantungan, dan Pageruyung memanfaatkan pertemuan Limonan UMKM Pawitan Mukti 2026 di Aula Kecamatan Sukorejo untuk memperkuat jaringan usaha dan merumuskan langkah pengembangan produk.
Pertemuan bertema “Dari Desa untuk Indonesia, UMKM Pawitan Mukti Naik Kelas” tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan pembinaan agar produk lokal semakin dikenal serta memiliki daya saing.
Baca Juga: Limbah SPPG Dikeluhkan Warga, Bupati Kendal Minta Pengelola Segera Benahi IPAL
Ketua panitia sekaligus Ketua Forum UMKM Kecamatan Sukorejo, Salam Taufik, menilai potensi daerah perlu dioptimalkan melalui pengembangan produk dan perluasan pemasaran.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah kopi lokal dengan tiga varian, yakni Robusta, Excelsa, dan Arabika.
“Di wilayah kita ada tiga jenis kopi andalan yang harus kita kembangkan pemasarannya,” ujarnya.
Baca Juga: Satpolkar Kendal Asah Disiplin dan Kekompakan Lewat Latihan PBB
Menurut Salam, pengenalan produk kepada masyarakat perlu berjalan beriringan dengan penguatan aspek legalitas usaha.
Karena itu, pelaku UMKM juga didorong mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal melalui pendampingan yang tersedia.
Sementara itu, Pembina UMKM Pawitan Mukti, Suardi, S.Sos., M.A.P., menekankan bahwa produk lokal tidak cukup hanya mengandalkan keunikan bahan baku atau cita rasa.
Pelaku usaha perlu memahami kebutuhan konsumen, menjaga mutu, memperbaiki kemasan, dan membangun merek yang mudah diingat.
Pemanfaatan media sosial dan pasar daring juga menjadi strategi penting untuk menjangkau konsumen di luar wilayah pemasaran yang selama ini dilayani.
Pengelolaan keuangan yang tertib dan inovasi secara berkelanjutan turut diperlukan agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
Suardi yang juga menjabat Sekretaris Kecamatan Sukorejo itu berharap pembinaan dapat mendorong pelaku UMKM lebih siap menghadapi persaingan.
Dukungan program pemerintah juga perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Penguatan kerja sama turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Pesan dari Komisi B DPRD Kabupaten Kendal yang dibacakan Ketua Forum UMKM Serasi Sukorejo mendorong pelaku UMKM mempertimbangkan pembentukan koperasi sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi dan membuka peluang peningkatan omzet.
Perwakilan Forum UMKM Patean, Endang Wahyuni, menyambut positif kekompakan anggota yang masih terjaga sejak Pawitan Mukti dibentuk pada 2019.
Ia menyebut keberlangsungan forum tersebut tidak lepas dari peran para perintis dan dukungan pelaku UMKM dari empat kecamatan.
“Saya sangat senang dan bersemangat karena Pawitan Mukti ini sudah ada sejak tahun 2019. Ada tokoh-tokoh yang membidani, yaitu Bapak Suardi yang sekarang menjadi Sekcam Sukorejo, Bapak Yunan Arif Rahman yang sekarang menjadi Camat Brangsong, dan Pak Pujiono, tentunya didukung pelaku UMKM dari empat kecamatan yang sampai sekarang masih solid,” ungkap Endang.
Kekompakan tersebut diharapkan menjadi kekuatan untuk mengembangkan potensi lokal secara bersama-sama.
Dengan memperkuat kualitas produk, legalitas, pemasaran digital, dan jejaring usaha, UMKM Pawitan Mukti diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi pelaku usaha di wilayahnya. **



