Soto Tauco Legendaris H. Caup Gendut, Ikon Kuliner Tegal Sejak 1972
Minggu, 14 September 2025 | 02.00

TEGAL, puskapik.com - Melancong ke Kota Tegal rasanya belum lengkap tanpa mencicipi soto tauco, kuliner khas dengan kuah kaldu gurih berpadu tauco yang unik. Tapi jangan salah pilih tempat. Satu warun...
TEGAL, puskapik.com - Melancong ke Kota Tegal rasanya belum lengkap tanpa mencicipi soto tauco, kuliner khas dengan kuah kaldu gurih berpadu tauco yang unik.
Tapi jangan salah pilih tempat. Satu warung yang sudah melegenda dan jadi buruan wisatawan ada di Pasar Senggol, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur.
Namanya Warung Soto Tauco H. Caup Gendut. Berdiri sejak 1972, warung bercat kuning-merah ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Tegal.
Lokasinya memang hidden gem dan hanya bisa dicapai lewat gang kecil. Patokannya mudah, dari Alun-alun Kota Tegal, cari pos polisi di sisi Utara, warung ini ada di belakangnya.
Kini, usaha kuliner yang dirintis almarhum Moch. Ghufron Ridho dan almarhumah Siti Nur Jannah itu dikelola generasi kedua. Putri pemilik, Yusnaini Zulfaridah, menceritakan asal-usul nama ''Caup Gendut'' yang melekat hingga kini.
"Dulu Abah sering dipanggil Ghuf, lama-lama jadi Uf, terus berubah jadi Up. Dari situlah muncul sebutan Caup, nama beken sampai sekarang," ucap Mba Yus mengenang.
Jika dulu hanya menyajikan soto ayam, daging, babat atau campur, kini pilihan menu makin beragam. Ada sop balungan, sop iga, asem-asem, nasi lengko, mi rebus hingga nasi rames.
Harga juga ramah di kantong. Soto ayam, babat atau campur dibanderol Rp 23.000, soto daging Rp 25.000, sop daging Rp 25.000. Nasi rames telur cukup Rp 15.000, nasi lengko Rp 15.000, sementara nasi putih hanya Rp 5.000.
Sebagai pelengkap, tersedia gorengan tempe dan tahu Rp 2.000, kerupuk Rp 2.000, hingga emping dan usus goreng Rp 5.000.
Untuk minuman, ada es teh dan teh manis Rp 5.000, teh poci Rp 7.000 per cangkir, soda susu Rp 15.000, es jeruk Rp 8.000 dan best seller ada es kopyor Rp 30.000.
Menurut Mba Yus, resep keluarga tetap dijaga. Rahasianya ada pada pengolahan tauco yang dibeli mentah lalu diracik sendiri.
"Tauco kami olah dengan bumbu khas yang sama sejak zaman Abah. Bedanya dengan soto lain, di sini teksturnya masih ada butiran kedelai," jelasnya.
Soto tauco khas Tegal disajikan dalam mangkuk kecil dengan alas (pisin). Kuahnya melimpah hingga nyaris tumpah, porsinya pun menggunung.
Meski satu mangkuk cukup mengenyangkan, tidak jarang pelanggan menambah karena rasanya bikin ketagihan.
"Dari dulu pelanggan Abah sering nambah. Sampai ada istilah salam rong mangkok atau salam dua mangkuk," kata Mba Yus.
Warung Soto Tauco H. Caup Gendut buka setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB. Cocok disantap kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang saat terik maupun makan malam yang hangat.
Bagi yang belum terbiasa dengan rasa tauco, warung ini bahkan siap menyajikan dengan tauco terpisah.
Jadi, kalau mampir ke Tegal, jangan sampai kelewatan kuliner legendaris ini. Sekali coba, bisa-bisa ikut salam rong mangkok! **



