Pemprov Jateng dan Otorita IKN Jajaki Potensi Kolaborasi dan Investasi

Jumat, 7 Agustus 2026 | 11.28
puskapik

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama sejumlah kepala daerah menjajaki peluang investasi dan kolaborasi dengan Otorita IKN, termasuk sektor furnitur, BUMD, dan SDM.

IKN, puskapik.com — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama sejumlah bupati di wilayahnya melakukan kunjungan kerja kerja ke Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis, 6 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut untuk menjajaki berbagai potensi kolaborasi dan investasi.

Kunjungan Ahmad Luthfi bersama rombongan disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran.

Baca Juga: Jateng Capai 81 ℅, Wagub Minta Percepatan Sensus Ekonomi 2026 Dipacu

Turut mendampingi Ahmad Luthfi dalam kunjungan tersebut jajaran OPD dan BUMD Provinsi Jawa Tengah, serta Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.

Luthfi menilai, IKN punya potensi besar diajak kolaborasi untuk kemajuan bersama, mengingat wilayah tersebut akan menjadi ibukota negara.

Dibeberkan dia, salah satu potensi yang bisa dikerja samakan adalah produk furniture dari Kabupaten Jepara yang bisa dijual ke IKN.

Baca Juga: Satu Perempuan di Tegal Dianiaya 2 Perempuan di Teras Kos, Videonya Disebarluaskan Pelaku

"Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furniture. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furniture di IKN dari Jawa Tengah," katanya.

Selain potensi tersebut, Ahmad Luthfi juga menjajaki peluang kolaborasi dari dinas terkait, BUMD seperti perbankan, bahkan perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah. Potensi itu ditawarkan, mengingat perencanaan pembangunan di IKN masih menyisakan ruang kolaborasi.

"Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan IKN, termasuk skema pendanaan yang menjadi landasan percepatan pembangunan. Saat ini, pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah. Hingga saat ini, realisasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU mencapai Rp134,25 triliun.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Otorita IKN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, sinergi antardaerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan IKN, sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal," ujar Basuki.

Basuki juga menjelaskan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga dapat mencakup berbagai sektor strategis yang mendukung pengembangan kawasan IKN. Mulai dari penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait