Tips Menyusui Saat Puasa Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 | 15.19 WIB
Bidan IBI Kota Tegal, Vinory Austy
Bidan IBI Kota Tegal, Vinory Austy

Bidan IBI Kota Tegal bagikan tips aman puasa bagi ibu menyusui, utamakan nutrisi, hidrasi, dan pantau kondisi ibu serta bayi.

Oleh Bidan IBI Kota Tegal, Vinory Austy.

1. Prinsip Utama

Ibu menyusui butuh energi dan cairan lebih (±500–700 kkal/hari). Puasa boleh dilakukan bila kondisi ibu dan bayi sehat. Kesehatan ibu dan bayi adalah prioritas, puasa bisa dibatalkan jika berisiko.

2. Nutrisi & Hidrasi Kunci

  • Sahur

Pilih karbohidrat kompleks (oatmeal, nasi merah, roti gandum).

Cukup protein (telur, ikan, ayam, kacang).

Lemak sehat (alpukat, kacang, minyak zaitun).

Baca Juga: Lumpur Surga Cocok Untuk Takjil Berbuka Puasa, Begini Cara Membuatnya

Minum 233 gelas air.

  • Berbuka

Awali air putih + kurma.

Makan bergizi seimbang bertahap.

Perbanyak sayur dan buah, batasi gula berlebih.

  • Cairan

Target 8–12 gelas dari berbuka–sahur.

Hindari kafein berlebihan.

3. Strategi Menjaga Produksi ASI

Susui/pumping lebih sering di malam hari (Maghrib–Subuh). Bisa siapkan stok ASI (ASIP) sebelum Ramadan. Lakukan power pumping di malam hari bila perlu. Skin-to-skin membantu hormon ASI.

4. Menyusui di Siang Hari

Tetap responsif pada tanda lapar bayi.

Gunakan posisi nyaman (side-lying).

Kompres hangat & pijat payudara bila ASI terasa lambat.

5. Tanda yang Harus Dipantau

  • Pada Bayi

BAK ≥6 popok/hari.

Berat badan naik sesuai kurva.

Urine jernih, bayi aktif.

  • Pada Ibu

Tidak pusing, lemas berlebihan.

ASI tidak turun drastis.

Berat badan tidak turun ekstrem.

6. Kapan Harus Membatalkan Puasa

Segera batalkan puasa jika:

Ibu dehidrasi berat atau hampir pingsan.

ASI menurun signifikan.

Bayi tampak dehidrasi atau kurang asupan.

Kondisi kesehatan ibu memburuk.

7. Dukungan & Mental

Cukup istirahat, kurangi aktivitas berat siang hari.

Libatkan keluarga & suami.

Ingat: ibu menyusui mendapat keringanan (rukhsah).

Puasa bisa diganti, kesehatan tidak bisa ditawar.

8. Berdasarkan Usia Bayi

0–6 bulan: sebaiknya tidak puasa / sangat selektif, wajib konsultasi.

6–12 bulan: fokus ASI malam + MPASI padat gizi.

>12 bulan: lebih fleksibel, tetap pantau kondisi.

Kesimpulan singkat:

Dengan nutrisi cukup, hidrasi optimal, menyusui lebih sering di malam hari, serta pemantauan ketat kondisi ibu dan bayi, puasa bisa dijalani dengan aman.

Namun jika muncul tanda bahaya, membatalkan puasa adalah pilihan yang benar dan dibenarkan secara agama maupun medis.

Artikel Terkait