Banjir Pekalongan Belum Teratasi, Sekolah Terendam dan Warga Mengungsi

Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi merendam SDN Pabean Pekalongan, sekolah libur dan warga mengungsi.
PEKALONGAN,puskapik.com – Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi di Kota Pekalongan hingga Rabu (7/1/2026) belum sepenuhnya teratasi.
Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, salah satunya SD Negeri Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara.
Air bah yang datang secara tiba-tiba membuat seluruh ruang kelas di SDN Pabean terendam. Ketinggian air di dalam kelas bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 60 sentimeter.
Baca Juga: Tanggul Sungai Bremi Jebol, Ratusan Rumah di Pekalongan Terendam Banjir
Sejumlah fasilitas sekolah seperti meja, kursi, buku, almari, peralatan elektronik, hingga alat belajar siswa ikut terendam banjir.
Kepala SDN Pabean Kota Pekalongan, Haryanto, mengatakan banjir membuat kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah.
“Akibat banjir, kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan di kelas. Untuk sementara siswa belajar secara daring atau online. Sebagian ruang kelas di lantai dua juga kami gunakan untuk tempat pengungsian warga,” ujar Haryanto.
Baca Juga: Rodjo Tater, Wisata Lokal di Kabupaten Tegal Paling Diminati Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun
Selain sekolah, banjir juga merendam permukiman warga dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter, bahkan di beberapa titik lebih dari itu.
Kondisi ini memaksa puluhan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman, di antaranya di SD Negeri Pabean dan masjid setempat.



