150 Kapal Nelayan Menganggur di Pelabuhan Tegal, Ini Penyebabnya

Rabu, 7 Januari 2026 | 13.42
150 Kapal Nelayan Menganggur di Pelabuhan Tegal, Ini Penyebabnya

Sekitar 150 kapal nelayan masih bersandar di Pelabuhan Tegal akibat cuaca ekstrem dan perizinan, pengamanan diperketat.

TEGAL, puskapik.com - Sekitar 150 kapal nelayan terpantau masih bersandar di kolam Pelabuhan Kawasan Tegal, Rabu 7 Januari 2026.

Ratusan kapal tersebut belum bisa melaut lantaran terkendala cuaca ekstrem serta proses perpanjangan perizinan yang belum rampung.

Manager Pelabuhan Kawasan Tegal, Tri Sugiyatno mengatakan, jumlah kapal yang berlabuh saat ini mencapai kurang lebih 150 unit.

Namun, jumlah tersebut bersifat fluktuatif karena ada kapal yang keluar dan masuk pelabuhan.

Baca Juga: Rodjo Tater, Wisata Lokal di Kabupaten Tegal Paling Diminati Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun

"Kurang lebih ada 150 kapal yang berada di kolam pelabuhan. Tapi memang ada juga yang keluar-masuk," kata Tri saat ditemui di Pelabuhan Tegal.

Tri menjelaskan, sebagian besar kapal masih menunggu cuaca membaik serta penyelesaian dokumen perizinan, seperti Surat Izin Usaha Perikanan dan Surat Izin Penangkapan Ikan.

Selain itu, pihak pelabuhan juga meningkatkan pengawasan dan pengamanan, terutama untuk mengantisipasi risiko kebakaran kapal yang rawan terjadi saat kepadatan meningkat.

Baca Juga: Naik Dokar, ASN DPUPR Kota Tegal Diantar ke Kantor Baru

"Pengamanan terus kami perketat. Kami juga mengimbau pemilik dan pengurus kapal agar ikut aktif melakukan patroli dan pengecekan rutin," ujar Tri.

Tri menambahkan, para nelayan berharap dapat segera melaut agar sebelum bulan Ramadan dan Idulfitri sudah bisa kembali ke rumah dengan hasil tangkapan.

"Nataru sudah lewat, sebentar lagi puasa dan lebaran. Ini menjadi perhatian bersama, khususnya Pelindo dan unsur maritim, agar aktivitas dan pengamanan pelabuhan tetap aman," ungkap Tri.

Menurut Tri, kapasitas maksimal kolam pelabuhan untuk kapal nelayan sebenarnya hanya sekitar 200 unit.

Baca Juga: Asik! Hari Jadi Pemalang Bakal Diramaikan Artis Nasional, Ini Bocorannya

Namun, karakteristik kapal nelayan yang berbeda dengan kapal kargo membuat pengaturan sandar harus menyesuaikan kondisi di lapangan.

"Kalau kapal kargo sistemnya berbeda, sandar dan tender satu per satu. Sementara di sini mayoritas kapal nelayan, jadi mengikuti karakteristik yang ada," jelas Tri.

Meski demikian, Tri mengakui saat ini baik Pelabuhan Perikanan maupun pelabuhan yang dikelola Pelindo sama-sama mengalami kepadatan.

"Pelabuhan perikanan sudah overload, pelabuhan Pelindo juga sama. Ini menjadi pekerjaan rumah besar, terutama bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata Tri.

Sebagai informasi, kolam Pelabuhan Tegal memiliki luas sekitar 2.600 meter persegi dengan kedalaman rata-rata mencapai 3,5 meter. **

Artikel Terkait