Gelar Rukyatul Hilal, LFNU Kota Pekalongan Sebut Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk

LFNU Kota Pekalongan gelar rukyatul hilal di Gedung Akuarium, hilal minus 0°52’ di bawah ufuk, peluang terlihat kecil, tunggu Sidang Isbat.
PEKALONGAN, puskapik.com — Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) PCNU Kota Pekalongan bersama Kementerian Agama Republik Indonesia Kota Pekalongan menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah, Selasa sore (17/02/2026).
Kegiatan pemantauan dipusatkan di lantai 3 Gedung Akuarium Wisata Bahari, kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan.
Ketua LFNU PCNU Kota Pekalongan, Idham Arif, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan teleskop refraktor robotik dengan sistem pelacakan otomatis. Perangkat tersebut mengikuti pergerakan matahari hingga terbenam (ghurub), kemudian secara otomatis mencari posisi bulan.
Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Grobogan Tergenang, Pemprov Jateng Dampingi Klaim Asuransi Gagal Panen
Meski cuaca di lokasi terpantau mendung dengan sedikit celah cerah di bagian bawah ufuk, Idham menyebut peluang terlihatnya hilal sangat kecil berdasarkan data hisab.
“Berdasarkan data hisab, posisi hilal saat matahari terbenam berada di bawah ufuk, tepatnya minus 0 derajat 52 menit. Secara teknis ini disebut istihalah rukyah atau mustahil untuk dilihat,” ujarnya.
Meski demikian, rukyat tetap dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada pemerintah serta instruksi dari PWNU Jawa Tengah dan PBNU.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menyampaikan bahwa hasil rukyat dari Pekalongan akan segera dilaporkan ke Jakarta sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional.
“Dari hasil hisab dan pemantauan di titik Pekalongan, posisi hilal memang masih di bawah kriteria MABIMS. Namun demikian, keputusan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang diumumkan pemerintah pusat,” ujar Abdul Wahab.
Ia menegaskan, sesuai kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), ambang batas minimal ketinggian hilal adalah 3 derajat. Karena posisi hilal di Pekalongan masih di bawah angka tersebut, peluang terlihatnya hilal sangat kecil.


