Jembatan Gantung Garuda Resmi Dibuka, Akses 5.000 Warga Pekalongan Kini Tak Lagi Terisolasi

Jembatan Gantung Garuda di Desa Galangpengampon, Pekalongan, resmi beroperasi. Akses baru ini menghubungkan sekitar 5.000 warga usai terisolasi akibat banjir.
PEKALONGAN, puskapik.com – Harapan ribuan warga Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, akhirnya terwujud.
Setelah sempat terisolasi akibat banjir bandang yang menghancurkan jembatan lama pada Januari 2025, Jembatan Gantung Garuda kini resmi beroperasi dan menjadi jalur penghubung baru bagi sekitar 5.000 warga.
Jembatan tersebut diresmikan Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: PGRI Paguyangan FC Wakili Brebes Selatan ke Final Wurja Cup 2026, Singkirkan Sawunggaling FC 3-2
Dalam sambutannya, Sukirman mengajak masyarakat menjaga dan merawat jembatan yang dibangun melalui kolaborasi TNI dan pemerintah tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Pesan saya kepada masyarakat Desa Galangpengampon, mohon dijaga dan dirawat jembatan ini. Presiden Prabowo bercita-cita agar seluruh akses desa terkoneksi dengan baik. Karena jembatan ini sudah dibangun, mari kita manfaatkan sekaligus kita rawat bersama," ujar Sukirman.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membiarkan ada pihak yang merusak fasilitas tersebut.
Baca Juga: Pemkab Brebes Didorong Penguatan Koperasi Lewat Pemasaran dan Permodalan
"Kalau ada yang mengutak-atik mur baut atau merusak jembatan, harus ditegur. Ini milik kita bersama dan sangat penting untuk jalur komunikasi maupun perekonomian masyarakat," tegasnya.
Menurut Sukirman, kehadiran Jembatan Gantung Garuda memangkas jarak tempuh warga menuju Kecamatan Wonopringgo, Karanganyar, hingga kawasan Asrama Batalyon 407. Sebelumnya masyarakat harus memutar cukup jauh untuk mencapai wilayah tersebut.
"Kalau sekarang sudah terkoneksi, warga tidak perlu lagi memutar. Ini sangat bermanfaat bagi aktivitas sehari-hari maupun perekonomian masyarakat," katanya.
Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menjelaskan pembangunan jembatan merupakan respons cepat TNI setelah banjir bandang 20 Januari 2025 menghancurkan jembatan lama yang menjadi akses utama antara Dukuh Galang Wolu dan Dukuh Sebetok.
"Peristiwa banjir bandang telah melumpuhkan infrastruktur di Desa Galangpengampon. Salah satunya menghancurkan jembatan lama yang menjadi akses vital masyarakat," ungkapnya.
Ia mengapresiasi sinergi Kodim 0710/Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta masyarakat yang bergotong royong hingga pembangunan jembatan dapat diselesaikan.
"TNI bekerja dengan tulus dan ikhlas. Kami tidak meminta imbalan apa pun. Niat kami membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena TNI berasal dari rakyat," tegas Pangdam.
Artikel Terkait

Kuasa Hukum Korban Datangi Satlantas Polres Pekalongan Kota, Serahkan Surat Permohonan Pertimbangan dan Penilaian Hukum

Polisi Selidiki Dugaan Bahan Peledak di Atap Rumah Warga Wonopringgo Pekalongan, Satu Orang Terluka
