Kisah Lansia Buta Huruf Tak Punya HP di Pekalongan, Bansos Diputus Gegara Terindikasi Judol

Senin, 31 Agustus 2026 | 11.34
puskapik

Lansia di Pekalongan buta huruf dan tak punya HP, bansos dihentikan karena terindikasi judi online. Namanya juga tercatat memiliki utang Rp10 juta.

PEKALONGAN, puskapik.com – Ironis dialami pasangan lanjut usia (lansia), Darmi (63) dan Dayat (77), warga Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, bantuan sosial (bansos) yang selama ini menjadi salah satu tumpuan hidup mereka justru dihentikan. Dalam sistem, bantuan atas nama Darmi terindikasi adanya aktivitas judi online.

Persoalannya, Darmi mengaku tidak pernah bermain judi online. Perempuan yang tidak pernah mengenyam pendidikan tersebut bahkan tidak bisa membaca dan menulis serta tidak memiliki telepon seluler.

Baca Juga: [Editorial] Tragedi Gedung Hogwan Bumiayu, Potensi Cagar Budaya yang Terabaikan

“Sudah lama saya lupa (tidak dapat bantuan). Saya ini tidak sekolah, baca tulis saja saya tidak bisa, HP juga tidak punya,” kata Darmi.

Sebelumnya, Darmi tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp200.000 per bulan. Bantuan tersebut dicairkan tiga bulan sekali sehingga setiap pencairan mencapai Rp600.000.

Bagi Darmi, uang tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

Baca Juga: AHY Buka Muscab IV Demokrat se-Jawa Tengah: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan

“Kalau dapat Rp600.000 itu bisa buat beli beras dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Kini, bantuan tersebut sudah tidak lagi diterimanya. Darmi mengaku tidak mengetahui alasan pasti penghentian bantuan yang telah berlangsung cukup lama tersebut.

Untuk bertahan hidup, Darmi mengerjakan pekerjaan rumahan berupa memotong benang sisa jahitan dan mengobras pakaian atau celana. Namun, upah yang diterimanya sangat kecil.

“Seminggu itu bayarannya Rp3.000,” ungkapnya.

Sementara itu, Dayat yang sudah berusia 77 tahun juga tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Dahulu, ia masih mencari kayu bakar untuk dijual. Namun, kondisi fisiknya kini membuat pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan secara rutin.

Pasangan lansia ini juga tinggal bersama anak perempuan mereka yang mengalami gangguan jiwa. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga tersebut semakin bergantung pada bantuan tetangga dan perangkat desa.

Data Darmi Terindikasi Judi Online

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait