Longsor Tebing Sungai Kupang Talun, 6 Rumah Rusak 17 Warga Mengungsi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 11.47
Kerusakan rumah warga
Kerusakan rumah warga

Hujan deras picu longsor tebing Sungai Kupang Talun Pekalongan, enam rumah rusak dan 17 warga mengungsi. Lokasi rawan longsor susulan tinggi air.

PEKALONGAN, puskapik.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan selama beberapa hari terakhir memicu longsor di tebing Sungai Kupang, Dukuh Krajan, Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Jumat (23/1/2026).

Longsoran tanah setinggi sekitar 10 meter itu menyeret tanah dan pepohonan, hingga merusak enam rumah warga.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 17 jiwa dari enam kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan sanak saudara demi menghindari risiko longsor susulan.

Baca Juga: Tanah Bergerak Rawan Longsor di Desa Bubak Pekalongan, Polsek Kandangserang Sisir Lokasi

Detik-detik kejadian longsor sempat terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut terlihat tanah di tebing sungai tiba-tiba ambles dan bergerak ke bawah, membuat warga panik.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, atau sesaat setelah Salat Jumat.

Baca Juga: Pancuran 13 dan Pancuran 5 Luluh Lantak Diterjang Banjir Bandang, Tiga Jembatan Terputus

Salah satu korban longsor, Yasin, mengaku ada tanda longsor sudah beberapa hari. Rumah lantai retak - retak.

Hujan terus mengguyur membuat sungai banjir dan tebing longsor. Peristiwa tersebut terjadi sangat cepat dan membuat warga langsung membantu evakuasi barang barang miliknya

“Awalnya sudah terlihat beberapa hari ada retakan dan saat kejadian terdengar suara gemeretak di rumah lalu gemuruh dari arah sungai, tidak lama kemudian tanah langsung ambles dan pohon-pohon ikut terseret. Kami panik dan langsung keluar rumah menyelamatkan diri,” ujar Yasin.

Yasin menambahkan, kondisi rumahnya kini sudah tidak layak huni karena dinding mengalami retakan cukup parah dan bagian lantai ambles.

“Dinding rumah retak, lantai turun, halaman juga pecah. Kalau hujan turun lagi kami khawatir longsornya tambah besar,” katanya.

Longsor diduga kuat dipicu oleh hujan deras yang terus-menerus serta derasnya arus Sungai Kupang yang menggerus bagian tebing.

Tanah di pinggiran sungai tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya runtuh dan menyeret pepohonan di sekitarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait