Pemkab Batang Antisipasi Konflik Ormas Pascabentrokan Pemalang

Rabu, 6 Agustus 2025 | 05.12

PUSKAPIK.COM, Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan sosialisasi antisipasi potensi konflik antar organisasi masyarakat (ormas) ...

PUSKAPIK.COM, Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan sosialisasi antisipasi potensi konflik antar organisasi masyarakat (ormas) di Kafe Penarak, Desa Cepokokuning, Kabupaten Batang, Selasa (5/8/2025).

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif menyusul bentrokan antara Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) dengan Front Persaudaraan Islam (FPI) di Pemalang beberapa waktu lalu.

Bentrokan kedua ormas tersebut terjadi saat acara pengajian yang dihadiri Rizieq Shihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Rabu (23/7/2025) malam.

Insiden ini mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke daerah lain.

Strategi Pentahelix untuk Cegah Konflik

Kepala Kesbangpol Batang Agung Wisnu Barata menekankan, pentingnya mengikuti perkembangan situasi nasional untuk mengantisipasi dampaknya di tingkat daerah.

“Jadi kita akan mengikuti tren ya, perkembangan tingkat nasional itu akan berpengaruh pada tingkat daerah. Kalau di tingkat nasional ada kejadian, kita di tingkat daerah itu sifatnya antisipasi, jangan sampai itu terjadi di tingkat daerah,” jelasnya.

Dalam penanganan potensi konflik, Pemkab Batang menerapkan pendekatan pentahelix yang melibatkan semua elemen masyarakat.

“Potensi-potensi itu tujuannya mengantisipasi perlu pentahelix, tanggung jawab antara anak bangsa. Kalau kami metodenya seperti itu, bukan tanggung jawab pemerintah atau polres atau Kodim tapi semua anak bangsa yang ada di Kabupaten Batang,” terangnya.

Deteksi Dini dan Monitoring Berkelanjutan

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait