Pemuda di Pekalongan Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung dengan Cobek Batu

Senin, 11 Mei 2026 | 16.43
puskapik

Pemuda di Pekalongan diduga bunuh ibu kandung dengan cobek, korban tewas akibat luka parah, pelaku jalani observasi kejiwaan.

PEKALONGAN, puskapik.com – Warga Kelurahan Poncol, Gang Gotong Royong, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, digegerkan dengan kasus pembunuhan tragis yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri, Senin (11/5/2026).

Korban diketahui bernama Tarsimi binti Juki (66), yang meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian kepala akibat penganiayaan brutal yang diduga dilakukan anak kandungnya sendiri, M. Sidik Permana (25).

Korban sempat mendapatkan perawatan medis selama sekitar dua jam di RS Siti Khotidjah. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka fatal di bagian tengkorak kepala.

Baca Juga: CJIBF 2026, Gubernur Luthfi Target Investasi Hijau dan 12 Kawasan Industri Baru

Peristiwa memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban lainnya, Sri Lestari, yang mendengar rintihan korban pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat masuk ke kamar, saksi mendapati ibunya sudah dalam kondisi berlumuran darah. Di lokasi yang sama, pelaku terlihat berdiri tanpa ekspresi di samping korban.

Selain itu, ditemukan pula cobek batu yang telah pecah menjadi tiga bagian dan diduga digunakan untuk menganiaya korban.

“Waktu saya masuk kamar, ibu sudah berdarah. Adik saya ada di situ,” ujar Sri Lestari dengan nada sedih.

Baca Juga: Sumbang 20 % Investasi Jawa Tengah, UMKM Terbukti Tulang Punggung Perekonomian

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Satreskrim Polres Pekalongan Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto, mengatakan polisi telah mengamankan barang bukti berupa cobek batu yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban.

“Pelaku saat ini masih menjalani observasi kejiwaan di RS Djunaid untuk menentukan proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut informasi keluarga, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Sementara pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban.

Rencananya, jenazah korban dimakamkan pada Senin siang di pemakaman umum setempat.

Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar yang tidak menyangka tragedi tersebut terjadi di lingkungan mereka. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait