Percepat Pendirian Sekolah Rakyat, Plt. Bupati Pekalongan Lakukan Audiensi dengan Wamensos

Pemkab Pekalongan menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kedungwuni dengan lahan sekitar 8 hektare. Sekolah ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
PEKALONGAN, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mempersiapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, usai melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Pekalongan memaparkan rencana pendirian Sekolah Rakyat di Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: Tersesat di Tengah Hutan Petungkriyono Pekalongan, Pria Ini Hubungi Call Center 110
Salah satu lokasi yang diproyeksikan berada di Kecamatan Kedungwuni dengan luas lahan sekitar 8 hektare.
“Kami didampingi Pak Sekda beserta seluruh jajaran, baru saja beraudiensi dengan Wakil Menteri Sosial, Bapak Agus Jabo Priyono. Yang agendanya adalah ingin mewujudkan salah satu cita-cita Bapak Presiden dengan merintis bersama-sama, mendirikan bersama-sama Sekolah Rakyat di Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Menurutnya, dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi, khususnya berkaitan dengan administrasi dan kesiapan lahan.
Baca Juga: 600 Galon Air Bersih Mengalir ke Warga Kekeringan di Patean Kendal
Wamensos memberikan arahan agar proses persiapan dapat dilakukan secara cepat sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan.
“Tadi Pak Sekda sudah memaparkan, salah satunya yang akan kita proyeksikan adalah di Kecamatan Kedungwuni dengan menempati lahan seluas sekitar 8 hektare. Tinggal persyaratan-persyaratan administrasi. Bahkan tadi ada arahan dari beliau Wamensos Pak Agus Jabo, harus ada percepatan-percepatan manajemennya, proyeksinya dan seterusnya ke depan sudah diatur atau kemudian kebijakannya sudah dikeluarkan oleh Kementerian Sosial,” jelasnya.
Sukirman menyampaikan, arahan Wamensos menekankan pentingnya kesiapan lahan dan penyelesaian administrasi agar pembangunan dapat segera dilaksanakan. “Lahan pokoknya disiapkan dengan baik, tanpa ada kendala, administrasinya selesai, lalu segera dibangun. Itu kira-kira, dan memang harus ada percepatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian dari upaya mempercepat akses pendidikan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan. “Sebagai bagian kita mempercepat proses pendidikan, pengentasan kemiskinan,” katanya.
Terkait target pelaksanaan, Sukirman berharap Sekolah Rakyat di Kabupaten Pekalongan sudah dapat mulai beroperasi pada 2027. “Targetnya insya Allah tahun 2027 kita sudah mulai bisa beroperasi, kira-kira begitu,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan Sekolah Rakyat menjadi jembatan emas bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meraih cita-cita dan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Oleh karena itu, dia mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan.
Melalui pendidikan berasrama, anak-anak mendapat kesempatan mengembangkan potensi dan membangun masa depan tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Anak-anak (dari keluarga) miskin yang sudah gelap (harapannya), sekarang (di Sekolah Rakyat) pengen jadi dokter, tentara, ingin jadi polisi, ada jalannya. Jadi Sekolah Rakyat ini betul-betul jembatan emas mereka membangun harapan baru," kata Agus Jabo.
Agus Jabo menjelaskan penentuan calon siswa dilakukan melalui verifikasi langsung ke rumah untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi keluarga berdasarkan DTSEN. Hasil verifikasi kemudian dibahas di tingkat kabupaten sebelum daftar calon siswa ditetapkan oleh bupati dan disampaikan kepada Menteri Sosial.
Hadir dalam pertemuan tersebut Tenaga Ahli Menteri Sosial Agustinus Budi, Alif Kamal, Hendri Kurniawan, Dardo Pratistyo, dan Antun Joko Susmana, serta Sekretaris Sekretariat Bersama Program Sekolah Rakyat Herman Koswara.
Turut hadir Sekretaris Daerah Pekalongan Mohammad Yulian Akbar, Kepala Bapperida Trisno Suharsanto, Kepala Dinas Sosial Suprayitno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Murdiarso.



