600 Galon Air Bersih Mengalir ke Warga Kekeringan di Patean Kendal

SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo bersama MDMC Kendal menyalurkan sekitar 600 galon air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Sidodadi, Patean.
KENDAL ,puskapik.com – Di tengah sulitnya mendapatkan air bersih akibat kekeringan, bantuan sekitar 600 galon air mengalir kepada warga Dukuh Pilangsari dan sekitarnya, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.
Bantuan tersebut merupakan hasil gerakan kemanusiaan yang dilakukan SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kendal.
Tak hanya menggalang donasi air bersih, sekolah juga mengumpulkan galon bekas air mineral untuk mendukung proses penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Baca Juga: 153 Koperasi Merah Putih di Kendal Masih Diverifikasi, Status Lahan LP2B Jadi Catatan
Aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran sosial bagi para siswa. Mereka diajak melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya warga yang mengalami keterbatasan akses air bersih selama musim kekeringan.
Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Shofiq Ghorbal, mengatakan keterlibatan sekolah dalam kegiatan kemanusiaan tidak hanya bertujuan memberikan bantuan, tetapi juga menanamkan kepedulian sosial kepada siswa.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas. Siswa juga perlu mendapatkan pengalaman untuk memahami persoalan masyarakat melalui aksi nyata.
Baca Juga: Sambil Jaga Desa, Satlinmas Kendal Tekuni Kebun Anggur, Sekali Panen Bisa 50 Kg
"Bagi sebagian orang, air mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang sedang mengalami kekeringan, setetes air adalah harapan. Karena itu, kami ingin ikut bergerak dan memberikan manfaat sesuai kemampuan yang kami miliki," kata Shofiq, Rabu 30 september 2026.
Sekitar 600 galon air bersih yang terkumpul kemudian didistribusikan kepada warga di Dukuh Pilangsari dan wilayah sekitarnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menghadapi kondisi kekeringan.
Menariknya, gerakan tersebut tidak hanya berhenti pada pengumpulan air. Galon bekas air mineral juga dikumpulkan untuk digunakan sebagai wadah dalam penyaluran bantuan.
Bagi pihak sekolah, langkah tersebut menjadi bentuk sederhana untuk mengajak siswa terlibat langsung dalam kegiatan sosial sekaligus memanfaatkan barang yang masih dapat digunakan.
Shofiq mengatakan gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Pengumpulan donasi air bersih maupun galon bekas dapat terus dilakukan ketika masyarakat membutuhkan.
"Ini ikhtiar sederhana. Harapannya kepedulian seperti ini terus tumbuh dan menjadi pembelajaran bagi siswa agar lebih peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya," ujarnya.
Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PD Muhammadiyah Kendal, Moh Hafiedz, mengapresiasi keterlibatan SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo dalam gerakan kemanusiaan bersama MDMC Kendal.
Menurutnya, penanganan kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak.
"Gerakan kemanusiaan akan semakin kuat ketika dilakukan bersama. Donasi yang terkumpul, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian penting untuk membantu saudara kita yang membutuhkan air bersih," ujar Hafiedz.
Ia berharap aksi tersebut dapat mendorong semakin banyak pihak untuk ikut terlibat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Bantuan air bersih tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan yang terlihat sederhana bagi sebagian masyarakat dapat menjadi persoalan serius bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan.
"Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang terus mengalir dan memberi manfaat bagi sesama," tandas Shofiq.



