Peringati Hari Santri Nasional 2025, Pemkab Pekalongan Gelar Ngaji Bandongan Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim
Senin, 20 Oktober 2025 | 22.06

PEKALONGAN, puskapik.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar kegiatan Ngaji Bandongan pembacaan Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’...
PEKALONGAN, puskapik.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar kegiatan Ngaji Bandongan pembacaan Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim karya KH. Hasyim Asy’ari bertempat di Aula Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (20/10/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memaknai Hari Santri sebagai momentum penguatan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan para santri dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan, “Esensi peringatan Hari Santri ini masih banyak pekerjaan rumah bagi kita semua, yakni bagaimana menginternalisasikan nilai-nilai perjuangan santri dalam kehidupan masyarakat dan dalam tata kelola pemerintahan daerah,” ujar Sekda.
Lebih lanjut, Sekda menyinggung bahwa Kabupaten Pekalongan telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren, namun implementasi teknisnya masih perlu dikembangkan agar lebih berdampak nyata bagi kalangan santri dan lembaga pesantren, “Pesantren di Kabupaten Pekalongan jumlahnya mencapai sekitar 130.
Pemerhatian pemerintah selama ini masih terbatas karena lebih banyak dikoordinasikan dengan Kementerian Agama. Namun pemerintah daerah juga harus hadir di sana. Perda Pesantren jangan hanya berhenti di atas meja, tapi harus ada langkah nyata di lapangan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sebutan Kabupaten Pekalongan sebagai “Kota Santri” bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata pemerintah bersama para kiai dan tokoh masyarakat, “Nama Kota Santri ini tanggung jawab besar. Mari kita wujudkan nilai-nilai kesantrian dalam tata kelola pemerintahan daerah,” tegas Akbar.
Sementara itu, Perwakilan PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Alif Wasnadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Pekalongan atas terselenggaranya kegiatan Ngaji Bandongan tersebut.
Menurutnya, pembacaan Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim yang digelar pada momentum Hari Santri Nasional memiliki makna spiritual yang mendalam, sekaligus menjadi pengingat perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan, “Dengan kegiatan seperti ini, kita berharap mendapat keberkahan dari kitab yang dikaji, sekaligus memperkuat semangat perjuangan santri dalam menghadapi tantangan zaman. Santri memiliki peran besar sejak masa penjajahan hingga kini, dan kita patut bangga menjadi bagian dari sejarah itu,” tutur KH. Alif.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Pekalongan berharap semangat dan nilai perjuangan santri dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat, serta menjadi inspirasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kebangsaan. **



