Siaga Kemarau, Pemkab Pekalongan Perkuat Antisipasi Kebakaran dan Krisis Air Bersih

Pemkab Pekalongan menggelar Apel Kesiapsiagaan Musim Kemarau untuk memperkuat koordinasi menghadapi ancaman kekeringan, kebakaran, dan krisis air bersih.
PEKALONGAN, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Pada Musim Kemarau di Lapangan Belakang Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Selasa (21/07/2026) pagi.
Apel ini digelar sebagai bentuk kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau, khususnya kekeringan dan kebakaran.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sektoral yang diinisiasi oleh Kapolres Pekalongan pada pekan lalu.
Baca Juga: Pasar Raya 2026 Resmi Dibuka, Peringati HUT Jateng ke-81 Lewat Kolaborasi Seni dan UMKM
Hadir dalam apel tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, Kapolres Pekalongan, Perwakilan Kodim 0710/Pekalongan, perwakilan Kejaksaan Negeri Pekalongan, Perwakilan Perhutani, BPBD, TNI-Polri, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk memetakan hasil koordinasi yang telah dilakukan sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana yang dimiliki seluruh instansi dalam menghadapi potensi bencana pada musim kemarau.
Baca Juga: Sekda Jateng Ingatkan Bahaya Pembobolan Data: Cyber Security Harus Diperkuat!
"Apel ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang telah kita laksanakan. Hari ini kita melakukan pemetaan sekaligus memastikan kesiapan personel maupun peralatan yang kita miliki, khususnya dalam menghadapi bencana kekeringan dan berbagai potensi bencana di musim kemarau," ujar Sukirman usai apel.
Menurutnya, musim kemarau membawa sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi sejak dini, mulai dari kebakaran lahan hingga krisis air bersih di sejumlah wilayah.
"Potensinya tentu kebakaran dan kekeringan. Untuk kekeringan air bersih, kemarin sudah terjadi di wilayah Sragi dan BPBD sudah bergerak mengirimkan bantuan air bersih. Tinggal sekarang bagaimana kita bersama-sama menjaga dan mengantisipasi terjadinya kebakaran," jelasnya.
Sukirman menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan dalam apel, secara umum kesiapan personel maupun peralatan dinilai sudah cukup memadai. Meski demikian, masih terdapat beberapa sarana yang perlu diperbarui.
"Secara fungsi, baik personel maupun peralatan sudah cukup lengkap dan representatif. Memang masih ada satu dua sarana yang perlu pembaruan, seperti kendaraan operasional maupun mobil pemadam kebakaran yang mampu menjangkau gang-gang sempit. Tentu ini akan terus kita upayakan bersama, termasuk dengan dukungan DPRD agar ke depan kelengkapan sarana semakin baik," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sukirman juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih dengan bijak. Para petani juga diharapkan dapat mengatur pola tanam dan penggunaan air dengan baik sesuai kondisi yang ada. Selain itu, masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap area persawahan, kebun tebu, rumput-rumput kering maupun lingkungan sekitar yang rawan terbakar. Terutama bagi saudara-saudara kita yang merokok, ini juga harus hati-hati dalam membuang puntung rokok," katanya.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemkab Pekalongan berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga potensi bencana pada musim kemarau dapat diantisipasi secara cepat dan efektif, sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat.


