DPRD Pemalang Sambangi Pengungsian Banjir Bandang, Pastikan Warga Aman

DPRD Pemalang sambangi pengungsi banjir bandang di Pulosari, dengar keluhan warga, beri santunan, dan pastikan keselamatan warga pengungsi aman
PEMALANG, puskapik.com – Pimpinan dan anggota DPRD Pemalang ramai-ramai menyambangi warga terdampak banjir bandang yang mengungsi di Kantor Kecamatan Pulosari, Sabtu 24 Januari 2026 malam.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dan memastikan kondisi para pengungsi pascabanjir bandang yang melanda wilayah selatan Pemalang.
Para anggota dewan mendengarkan langsung cerita dari warga saat detik-detik kejadian banjir bandang. Mereka memberikan dukungan moril kepada warga yang mengungsi.
Baca Juga: Terdampak Banjir Bandang di Pulosari, Jaringan Air Bersih PDAM Pemalang Terganggu
Wakil Ketua III DPRD Pemalang, Aris Ismail, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan dirinya bersama para anggota dewan lain untuk memastikan kondisi warga terdampak bencana.
"Tadi kami dengar langsung cerita warga saat detik-detik kejadian, sangat mencekam, seperti kita tahu semalam juga ada korban jiwa," ungkap Aris Ismail
usai menyambangi posko pengungsian.
"Kita ingin pastikan kebutuhan pangan saudara-saudara kita semua disini tercukupi." imbuhnya.
Baca Juga: Banjir di Pemalang, Relawan PMI Evakuasi Warga dan Salurkan Bantuan di Pulosari
Lewat kesempatan itu para anggota DPRD Pemalang juga menyerahkan santunan hasil patungan para wakil rakyat sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban bencana.
"Iya, tadi kita serahkan juga santunan dari hasil patungan teman-teman anggota dewan untuk membantu keberlangsungan para pengungsi disini." ungkap Aris Ismail.
Aris Ismail berharap seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait dapat saling bergandeng tangan membantu warga Pemalang selatan yang tengah dilanda musibah.
Baca Juga: Sawah Hilang, Sungai Baru Muncul: Tower SUTET Adisana Kini Dikelilingi Banjir
Pemerintah diketahui telah menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul besarnya kerusakan pemukiman penduduk, fasilitas umum, serta adanya korban jiwa akibat bencana tersebut.
"Kami seluruh unsur pemerintah daerah dengan segala daya upaya saat ini terus melakukan upaya penanganan terbaik, memastikan warga aman," kata Aris Ismail.
"Kita harapkan tidak ada banjir susulan dan cuaca segera normal kembali. Bencana ini harus menjadi perhatian serius, jadi kesadaran kita bersama untuk menjaga keseimbangan alam." imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, kabar terjadinya banjir besar di Sungai Gintung, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, ramai beredar di media sosial pada Jumat 23 Januari 2026 sore.
Banjir dilaporkan membawa material bebatuan dan kayu-kayu dari kawasan hutan Gunung Slamet.
Sungai Gintung merupakan aliran sungai yang berhulu langsung dari kawasan Gunung Slamet. Debit air sungai meningkat drastis menyusul hujan deras yang mengguyur Pemalang sejak pagi hari.
Dalam peristiwa tersebut, 1 warga meninggal dunia, 10 rumah hanyut tersapu banjir bandang, dan 4 mobil hilang terseret arus banjir. **



