Lapak Darurat Harapan Baru Pedagang Pasca Kebakaran Pasar Pagi Pemalang

Lapak darurat Pasar Pagi Pemalang jadi harapan pedagang pascakebakaran. Usai dua bulan terhenti, mereka bangkit sambut Ramadan dan Idul Fitri.
PEMALANG, puskapik.com – Peristiwa kebakaran yang melanda deretan kios pakaian di Pasar Pagi Pemalang pada 23 Desember 2025 lalu menjadi pukulan berat bagi para pedagang.
Api tak hanya melalap bangunan dan barang dagangan, tetapi juga menyisakan trauma serta ketidakpastian. Namun, perlahan kini para pedagang pakaian itu mulai bangkit.
Lapak darurat yang dibangun pemerintah menjadi titik awal baru bagi pedagang pakaian untuk menata ulang kehidupan yang sempat terhenti selama dua bulan lamanya.
Baca Juga: Antisipasi Dinamika Nasional, Kapolres Pekalongan Cek Kesiapan Pasukan dan Sispamako
Seperti Kunaeni (61), pedagang di kios pakaian pasar pagi pemalang itu sudah mulai kembali berjualan di lapak darurat yang telah dibangun pemerintah di kawasan setempat bersama anaknya.
"Kita udah beberapa hari ini mulai jualan lagi. Ya mau gimana lagi kita makannya dari sini." tutur Kunaeni sambil menata dagangannya, Kamis 26 Februari 2026.
Dirinya bercerita sekilas peristiwa kebakaran yang yang menghanguskan tempatnya menggantungkan hidup selama 27 tahun, hingga menyisakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
"Cuma dua larik pakaian ini yang kemarin bisa diselamatkan, yang lain habis." kata Kunaeni.
Selama dua bulan setelah kebakaran, Kunaeni bersama anaknya terpaksa libur berdagang. Tanpa pemasukan rutin, roda ekonomi keluarga mereka terasa seperti berhenti.
Bantuan pemerintah memang sempat diterima, tetapi belum mampu menutup kebutuhan sehari-hari. "Kemarin ya dapat bantuan Rp 3 juta, tapi ini sudah libur dua bulan, mana cukup." ungkap Kuaeni.


