Mahasiswa UPGRIS Laksanakan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 | 18.59 WIB
Mahasiswa UPGRIS Marsudi Wahyu Nugroho menyampaikan program Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Mahasiswa UPGRIS Marsudi Wahyu Nugroho menyampaikan program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Mahasiswa UPGRIS Marsudi Wahyu Nugroho inisiasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana di SMA PL Santo Lukas Pemalang untuk perkuat mitigasi bencana.

PEMALANG, puskapik.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan institusi pendidikan, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Marsudi Wahyu Nugroho, menginisiasi dan mengimplementasikan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMA PL Santo Lukas Pemalang. Program ini dirancang khusus untuk membekali seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, pendidik, hingga tenaga kependidikan dengan pengetahuan, keterampilan, serta mental tanggap darurat dalam menghadapi potensi bencana alam maupun non-alam.

Pelaksanaan program SPAB ini melalui rangkaian tahapan yang terstruktur dan komprehensif. Tahap persiapan atau pra-pelaksanaan telah dimulai sejak bulan Maret hingga April, di mana mahasiswa penyusun melakukan pemetaan risiko, koordinasi dengan pihak sekolah, serta penyusunan materi edukasi yang relevan dengan karakteristik geografis wilayah setempat.

Memasuki bulan Juni hingga Juli, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tahap sosialisasi intensif. Pada fase ini, sosialisasi diberikan kepada pihak manajemen sekolah, guru, dan para siswa guna membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya budaya siaga bencana di lingkungan sekolah.

Baca Juga: RPL Program Unggulan UPS Tegal, Bukan Diskon Akademik

Setelah melalui pematangan konsep dan sosialisasi yang masif, program SPAB resmi diterapkan secara berkala dan berkelanjutan mulai bulan Agustus lalu hingga saat ini. Implementasi tersebut diwujudkan melalui integrasi materi pengurangan risiko bencana dalam aktivitas sekolah, simulasi evakuasi mandiri, hingga penataan sarana prasarana sekolah yang mendukung aspek keselamatan dan mitigasi risiko.

Marsudi Wahyu Nugroho selaku pelaksana program Magang Kependidikan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang tangguh dan responsif. Sekaligus program ini juga untuk pemenuhan penilaian Magang Kependidikannya.

"Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana ini, kami berharap seluruh warga sekolah tidak hanya memiliki pengetahuan teoretis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat, sehingga risiko dan dampak buruk dari bencana dapat diminimalkan sejak dini," ujarnya.

Pihak manajemen SMA PL Santo Lukas Pemalang menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan program magang kependidikan ini. Kehadiran program SPAB dinilai sangat strategis dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di lingkungan sekolah sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkesinambungan bagi peserta didik.***

Artikel Terkait