Plt Bupati Pemalang Nurkholes Ajak Warga Gotong Royong Tangani Krisis Air

Pemkab Pemalang menyalurkan bantuan air bersih ke empat desa di Pulosari. Plt Bupati Nurkholes mengajak semua pihak bergotong royong menghadapi krisis air akibat kemarau.
PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang memperluas penanganan dampak kekeringan dengan memperkuat distribusi bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang masih mengalami krisis air.
Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, bersama jajarannya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Desa Pulosari, Siremeng, Pagenteran dan Batursari, Kecamatan Pulosari, Sabtu 8 Agustus 2026.
Sebanyak delapan armada yang berasal dari BPBD, PDAM, PMI dan BAZNAS diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Setiap armada membawa 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI, Warga Penaruban Purbalingga Lomba Jala Ikan di Sungai Klawing
Plt Bupati Nurkholes didampingi Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Agus Ikmaludin. Mereka secara simbolis menyerahkan toren penampungan air dan PMI kepada masyarakat.
Nurkholes mengatakan, distribusi air bersih dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air akibat musim kemarau yang masih berlangsung.
“Hari ini kami melaksanakan dropping air bersih di Desa Batursari. Sebelumnya kami juga sudah berkeliling ke beberapa desa untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan air bersih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Maka, pemenuhan kebutuhan air bersih dilakukan melalui kolaborasi berbagai lembaga.
Baca Juga: Perang Digital di Aula Setia, E-Sport Cup Kapolres Pekalongan Ramaikan HUT RI
Pemerintah Kabupaten Pemalang, kata Nurkholes, telah melakukan pemetaan wilayah serta kebutuhan air bersih masyarakat dengan melibatkan PDAM, BPBD, BAZNAS, PMI hingga pihak swasta.
“Selama hampir dua bulan ini dropping air terus kami lakukan dan diperkirakan kebutuhan tersebut masih berlangsung hingga September." jelas Nurkholes.
"Kami sudah memetakan kebutuhan di lapangan dan bersama-sama memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.
Nurkholes menyebut dampak kekeringan saat ini telah dirasakan sekitar 93 ribu jiwa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Pemalang.
Dari jumlah tersebut, distribusi bantuan air bersih sejauh ini baru mampu menjangkau kebutuhan sekitar 45 ribu jiwa.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak, khususnya perusahaan dan sektor swasta, agar bantuan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak.


