Sekda Pemalang Bantah Abaikan Aspirasi Mahasiswa, Sebut Ada Miskomunikasi

Sekda Pemalang Bagus Sutopo bantah abaikan aspirasi mahasiswa terkait isu perlindungan anak. Tegaskan Pemkab terbuka dan sebut ada miskomunikasi.
PEMALANG, puskapik.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo, membantah tudingan bahwa dirinya tidak bersedia mendengarkan aspirasi mahasiswa perihal isu perlindungan anak.
Tudingan itu muncul pasca dirinya tidak hadir dalam audiensi yang diajukan Aliansi Mahasiswa Kawa Bullying (AMKB) pada Kamis 29 Oktober 2026 lalu. Mereka mendesak agar dibentuk Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).
Bagus Sutopo menegaskan, dirinya telah merespons surat permohonan audiensi yang diajukan mahasiswa AMKB. Ia menyebut terjadi misskomunikasi perihal ketidakhadiran dirinya dalam audiensi tersebut.
"Begitu surat diajukan, itu langsung saya respon cepat, saya dispo ke Kesbangpol. Karena memang hari itu kegiatan kami padat, termasuk ada monev Pilkades serentak," jelas Bagus saat dikonfirmasi puskapik.com, Selasa 3 November 2026.
Baca Juga: Besok Mahasiswa Pemalang Bakal Demo Kantor Sekda, Ini Tuntutannya
Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Pemalang terbuka terhadap aspirasi maupun masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam mengawal persoalan perundungan atau bullying sangat diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Pemalang.
"Kami menyambut baik peran serta masyarakat semua pihak untuk ikut mengawal dan menjadikan kasus bullying ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Pemalang," terang Bagus Sutopo.
"Kami sangat support, termasuk teman-teman mahasiswa memberikan saran dan masukan ya kita sangat terbuka," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Pemalang (AMKB) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pemalang besok, Rabu 4 November 2026.
Sedikitnya ada seratus mahasiswa yang akan turun berunjuk rasa menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan persoalan pemerintahan dan penanganan isu perlindungan anak di Kota Ikhlas.***



