Selidiki Kematian Siswa SMP di Pemalang, Polisi Periksa Teman Korban

Rabu, 5 Agustus 2026 | 11.13
puskapik

Polisi masih menyelidiki kematian siswa SMP di Randudongkal, Pemalang, yang diduga terkait perundungan. Sejumlah saksi diperiksa dan hasil autopsi masih menunggu rilis.

PEMALANG, puskapik.com – Polisi saat ini masih terus mendalami penyebab kematian Ahmad Al Fian (13), siswa SMP Negeri 4 Randudongkal di Kabupaten Pemalang yang diduga menjadi korban perundungan atau bullying.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Wildan Umar Rela, mengatakan, penyidik telah memeriksa berbagai pihak yang dinilai mengetahui kondisi korban, baik dari keluarga maupun teman sekolah.

Baca Juga: Siswa SMAN 1 Moga Ikuti Pelatihan AI Jadi Content Creator Clipper

Selain itu, polisi juga memeriksa tenaga medis yang menangani Ahmad Al Fian selama menjalani perawatan di rumah sakit.

"Masih dalam proses penyelidikan, kita sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi seperti teman almarhum, dokter dan orang tua," kata Wildan kepada wartawan, Selasa 4 Agustus 2026.

Selain memeriksa saksi, polisi juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban bersama tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah.

Namun, hasil autopsi tersebut belum dapat dipublikasikan karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Baca Juga: Perkuat Pertanian Modern, Pemkab Brebes Dukung Program ICARE Kementerian

"Kami sudah melaksanakan autopsi bersama Biddokes Polda Jateng, hasilnya akan kami rilis lebih lanjut karena masih dalam proses penyelidikan," jelas dia.

Wildan menegaskan, kepolisian akan menindaklanjuti perkara tersebut apabila ditemukan unsur tindak pidana dalam kematian korban.

Penanganan kasus akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, terlebih jika melibatkan anak di bawah umur.

Sebelumnya diberitakan, Ahmad Al Fian (13), pelajar SMP asal Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia pada Minggu 2 Agustus 2026 malam.

Korban sempat menjalani perawatan selama satu hari di RS Mardhatillah Randudongkal sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kematian Ahmad Al Fian memicu dugaan adanya tindakan perundungan atau bullying yang dialaminya sebelum meninggal. Pihak keluarga lantas melapor ke polisi.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait