Toko Istra Pemalang Buka Suara Soal Penjualan Bahan Seragam Sekolah

Selasa, 7 Juli 2026 | 17.54 WIB
Toko Istra Pemalang
Toko Istra Pemalang

Toko Istra Pemalang membantah monopoli penjualan seragam sekolah dan menegaskan tidak bekerja sama dengan sekolah. Penjualan satuan akan dibuka setelah stok baru tiba.

PEMALANG, puskapik.com – Toko tekstil 'Istra' menepis isu monopoli penjualan bahan seragam sekolah di Kabupaten Pemalang.

Mereka menegaskan penjualan bahan seragam sekolah murni bisnis, tanpa ikatan kerjasama dengan sekolah.

Hal itu diungkapkan Teguh, pemilik Toko Istra Pemalang.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Gandeng Ribuan Mahasiswa untuk Perkuat Program Kecamatan Berdaya

Ia menuturkan, setiap tahun tokonya selalu menyediakan stok bahan seragam sekolah, khususnya saat momentum tahun ajaran baru.

Bahan-bahan seragam sekolah yang tersedia di Toko Istra mulai dari seragam nasional, pramuka, maupun seragam identitas atau batik sekolah-sekolah di Kabupaten Pemalang.

"Jadi kita cari tahu motif seragam batik beberapa sekolah di Pemalang, lalu kita pesan bahan tekstilnya di Bandung." tutur Teguh kepada puskapik.com, Senin 6 Juli 2026.

Baca Juga: Satlinmas Pemalang Siaga Jaga Kondusivitas Pilkades Serentak 2026

"Kita kayak jualan biasa, jadi bebas, kalau mau beli di kami ya monggoh. Enggak ada yang namanya kerjasama dengan sekolah-sekolah, enggak ada." imbuhnya.

Lebih jauh, Teguh menerangkan, memang untuk saat ini tokonya hanya melayani pembelian bahan seragam sekolah dalam bentuk paket yang berisi bahan seragam nasional, pramuka, dan batik sekolah.

"Kita enggak berani lepas satuan, karena nanti untuk yang beli komplit kesulitan juga." tuturnya.

Namun, lanjut Teguh, tokonya sedang memesan kembali bahan seragam identitas sekolah-sekolah di Kabupaten Pemalang untuk melayani pembelian ecer atau satuan.

"Kita sudah pesan dari Bandung, perkiraan nanti tanggal 15 datang, nanti boleh beli satuan." ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dindikpora Kabupaten Pemalang, Supa'at, menegaskan tak pernah menginstruksikan sekolah untuk mengarahkan murid baru membeli bahan seragam ke toko tertentu.

Hal itu menyusul protes seorang wali murid di SMP Negeri 2 Taman yang diarahkan membeli seragam batik sekolah ke toko tertentu, namun rupanya diharuskan membeli paket bahan seragam sekolah lengkap.

Supa'at memastikan siswa-siswi baru dibebaskan untuk membeli bahan seragam nasional serta seragam pramuka dimanapun mereka mau.

"Semuanya diserahkan ke orang tua untuk belanja sendiri, tidak ada arah-arahan, monggoh terserah," tutur Supa'at kepada puskapik.com via telepon, Senin 6 Juli 2026.

Namun demikian untuk seragam identitas atau batik sekolah, kata Supa'at, memang menjadi kebijakan masing-masing sekolah. Dirinya pun tidak tahu menahu perihal itu. **

Artikel Terkait