Wagub Jateng Taj Yasin Minta Kasus Perundungan di Pemalang Ditangani Serius

Rabu, 21 Oktober 2026 | 09.34 WIB
puskapik

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meminta kasus perundungan siswa SD di Pemalang ditangani serius dan transparan serta menjadi evaluasi dunia pendidikan.

PEMALANG, puskapik.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta kasus perundungan berujung kematian MHAQ (7) siswa SD Negeri 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang ditangani secara serius.

Peristiwa tersebut juga harus menjadi bahan evaluasi bagi dunia pendidikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi rumah keluarga korban di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang bersama Plt Bupati Pemalang Nurkholes, Selasa 20 Oktober 2026.

Baca Juga: Sedimentasi Cepat Menumpuk, Dermaga Tawang Kendal Mulai Dikeruk

Taj Yasin menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pihak sekolah dengan orang tua murid, terutama ketika muncul persoalan yang menyangkut peserta didik.

Menurutnya, keterbukaan informasi dari pihak sekolah kepada orang tua menjadi salah satu hal penting untuk memastikan persoalan di lingkungan pendidikan dapat ditangani dengan baik.

Dari komunikasi dengan keluarga korban, diketahui bahwa orang tua mengharapkan adanya keterbukaan informasi serta koordinasi yang baik dari seluruh pihak terkait selama proses penanganan kasus.

Baca Juga: Peduli Krisis Air, Polres Tegal Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Desa Karangmalang dan Tonggara

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama sekolah-sekolah negeri, agar ke depan terjalin komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua murid,” ujarnya.

Selain menekankan pentingnya komunikasi, Taj Yasin juga mengapresiasi harapan keluarga korban agar penanganan kasus dilakukan secara terbuka.

Hal itu termasuk berkaitan dengan proses autopsi serta koordinasi bersama pihak sekolah dan pihak-pihak terkait lainnya.

Ia berharap semua pihak dapat mengedepankan keseriusan dan transparansi dalam menangani kasus tersebut. Komunikasi yang baik diperlukan agar setiap tahapan penanganan berjalan sebagaimana mestinya.

Taj Yasin menegaskan, kejadian ini perlu menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan perhatian terhadap keamanan dan perlindungan peserta didik di lingkungan sekolah, sehingga peristiwa serupa tidak terulang

Artikel Terkait