Wayang Kulit, Golek dan Sandosa Meriahkan HWN di Pemalang

Sembilan dalang Pemalang akan berkolaborasi menampilkan wayang kulit, golek, dan sandosa dalam peringatan Hari Wayang Nasional 2026 pada 14 November.
PEMALANG, puskapik.com - Sembilan dalang asli dari Kabupaten Pemalang akan meriahkan peringatan Hari Wayang Nasional (HWN) tahun 2026 di area Alun alun setempat pada 14 November 2026.
Mereka akan mengkolaborasikan tiga jenis seni wayang, yaitu pertunjukan wayang kulit, wayang golek dan wayang sandosa dengan sutradara Ki Aditia Nugraha.
"Peringatan atau perayaan HWN tahun 2026 ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, sebab pada tahun ini kita mengkolaborasikan tiga jenis wayang dalam satu pementasan. Tema yang diambil pada tahun ini yaitu Kawin Dalang (Kolaborasi wayang Indonesia dalang Pemalang) dengan lakon Gala Gala," ujar Ketua Persatuan pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Pemalang, Aditia Nugraha, Selasa (3/11).
Baca Juga: Rp375 Juta untuk Jogging Track RTH Bumiayu, Warga Ingatkan Kualitas
Ia mengatakan, sembilan dalang yang akan tampil yaitu Ki.Aditia Nugraha, Ki Sigit Wardoyo, Ki Umbul Winarno, Ki Rieke Arif, Ki Mulyo Adi Carito, Ki Narendra Hang, Ki Damar, Ki Wisnu, Ki Arifin.
Pertujukan tersebut lebih pada wayang kontemporer yaitu bentuk seni pertunjukan atau seni rupa wayang yang bersifat dinamis, tidak terikat secara kaku pada pakem atau aturan tradisi masa lalu.
Namun terus berkembang mengikuti tuntutan zaman, teknologi, dan selera penonton.
Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Atap SPPG Karanganyar Tegal Ambruk Menimpa Kabel PLN
HWN tahun 2026 menampilkan dalang dalang lokal pemalang yang akan menyajikan pagelaran dengan gabungan antara wayang kulit, wayang golek dan wayang sandosa menjadikan lebih meriah dan pertama kali di Pemalang.
Lakon yang dimainkan yaitu Gala Gala, diman lakon itu menceritakan konspirasi kekuasaan antara Pandawa dan para Kurawa yang akan menduduki kerajaan Astina Pura.
"Dari sembilan dalang tersebut mereka berbeda usia, dari dalang anak, dalang remaja, dan dalang profesional, hal itu menunjukkan regenasi dalang di Pemalang terus berjalan. Dengan memberi kesempatan pada dalang dalang muda untuk tampil, sebagai salah satu wujud nyata pembinaan dari Pepadi Pemalang terus berjalan," imbuhnya.
Dia mengatakan, selain menampilkan sembilan dalang, juga dimeriahkan 14 sinden dari Pemalang. Set panggung juga dibuat lebih megah, dimana tata letaknya yaitu kelir wayang kulit berada disisi kanan dan kiri, panggung wayang golek ditengah dan kelir sandosa juga di tengah.
Dengan pagelaran tersebut diharapkan bisa menghibur masyarakat dan sebagai wahana untuk melestarikan budaya Jawa yang adiluhung. Dampak lainnya yaitu bisa menggerakkan roda ekonimi masyarakat melalui UMKM yang berjualan di lokasi peringatan HWN. **
Artikel Terkait

Ada 'Cawe-cawe' Perangkat Desa di Pilkades Taman Pemalang

Industri Lokal Buka Peluang Kerja, Pengiriman PMI Kendal Mulai Menurun

Pimpin Desa Sidokumpul Kendal, Syafrudin Ajak Warga Jadikan Balai Desa Rumah Rakyat
