30 Guru IPA SMP Brebes Digenjot Kuasai Aplikasi e-ASIC Berbasis Machine Learning

Sebanyak 30 guru IPA SMP Brebes mengikuti pelatihan e-ASIC berbasis machine learning. Program ini meningkatkan kompetensi asesmen digital dan pembelajaran abad ke-21.
BREBES ,puskapik.com - Sebanyak 30 Guru IPA tingkat SMP di Kabupaten Brebes, kini mendapatkan ilmu baru untuk mengadapi tantangan pembelajaran di Abad 21.
Mereka digenjot sejumlah akademisi (Dosen) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, agar mahir menerapkan aplikasi bernama e-ASIC berbasis Machine Learning.
Kegiatan yang diperuntukkan sebagai program peningkatan kompetensi melalui pengembangan e-Asesmen berbantuan machine learning, berlangsung di Aula SMPN 1 Jatibarang, digelar sejak Juni hingga Agustus 2026.
Baca Juga: Tren Bersepeda Meningkat, DP2KP Pemalang Minta Pesepeda Patuh Lalu Lintas
Pelaksana kegiatan tersebut, merupakan kolaborasi Prodi Pendidikan IPA FKIP, Prodi Sistem Informasi FTIK universitas tersebut, melalui kerjasama dengan MGMP IPA Kabupaten Brebes.
Dengan sumber pendanaan, dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Risbang Kemendiktisaintek, dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga: Kendal Kian Dilirik Investor, PT Foodindo Operasikan Pabrik Rp190 Miliar di KEK Kendal
Antara lain, melalui kegiatan Bimtek IN-ON-IN yang dilaksanakan sejak Juni hingga Agustus 2026.
Karena itulah, kegiatan itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi guru menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
Khususnya dalam pengembangan asesmen yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
Baca Juga: DPRD Jateng Mulai Susun Keanggotaan Pansus Pemekaran Brebes Selatan
Ketua Tim Pelaksana Dr Mobinta Kusuma MPd menjelaskan, asesmen tidak lagi dipahami sekadar alat mengukur hasil belajar. Tetapi dapat pula sebagai instrumen untuk memetakan proses berpikir ilmiah siswa.
"Melalui e-asesmen berbantuan machine learning, guru dapat mengidentifikasi kemampuan inkuiri saintifik siswa secara lebih cepat, objektif, dan berkelanjutan. Ini penting untuk membangun budaya berpikir kritis dan ilmiah pada peserta didik," terang dia.
Inkuiri Saintifik
Dalam kegiatan tersebut, para guru memperoleh pelatihan intensif mengenai penyusunan instrumen asesmen IPA berbasis inkuiri saintifik, pengembangan soal berbasis higher order thinking skills (HOTS), hingga praktik pengembangan media asesmen digital yang terintegrasi teknologi machine learning.


