30 Guru IPA SMP Brebes Digenjot Kuasai Aplikasi e-ASIC Berbasis Machine Learning

Rabu, 22 Juli 2026 | 10.04
Sebanyak 30 Guru IPA SMP di Kabupaten Brebes, saat mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bintek), dengan nara sumber dari sejumlah akademisi (Dosen) dari Prodi Pendidikan IPA FKIP, Prodi Sistem Informasi FTIK UPS Tegal. Kegiatan itu diharapankan dapat membuat mahir para guru dalam menggunakan aplikasi e-ASIC berbasis Machine Learning.
Sebanyak 30 Guru IPA SMP di Kabupaten Brebes, saat mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bintek), dengan nara sumber dari sejumlah akademisi (Dosen) dari Prodi Pendidikan IPA FKIP, Prodi Sistem Informasi FTIK UPS Tegal. Kegiatan itu diharapankan dapat membuat mahir para guru dalam menggunakan aplikasi e-ASIC berbasis Machine Learning.

Sebanyak 30 guru IPA SMP Brebes mengikuti pelatihan e-ASIC berbasis machine learning. Program ini meningkatkan kompetensi asesmen digital dan pembelajaran abad ke-21.

BREBES ,puskapik.com - Sebanyak 30 Guru IPA tingkat SMP di Kabupaten Brebes, kini mendapatkan ilmu baru untuk mengadapi tantangan pembelajaran di Abad 21.

Mereka digenjot sejumlah akademisi (Dosen) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, agar mahir menerapkan aplikasi bernama e-ASIC berbasis Machine Learning.

Kegiatan yang diperuntukkan sebagai program peningkatan kompetensi melalui pengembangan e-Asesmen berbantuan machine learning, berlangsung di Aula SMPN 1 Jatibarang, digelar sejak Juni hingga Agustus 2026.

Baca Juga: Tren Bersepeda Meningkat, DP2KP Pemalang Minta Pesepeda Patuh Lalu Lintas

Pelaksana kegiatan tersebut, merupakan kolaborasi Prodi Pendidikan IPA FKIP, Prodi Sistem Informasi FTIK universitas tersebut, melalui kerjasama dengan MGMP IPA Kabupaten Brebes.

Dengan sumber pendanaan, dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Risbang Kemendiktisaintek, dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga: Kendal Kian Dilirik Investor, PT Foodindo Operasikan Pabrik Rp190 Miliar di KEK Kendal

Antara lain, melalui kegiatan Bimtek IN-ON-IN yang dilaksanakan sejak Juni hingga Agustus 2026.

Karena itulah, kegiatan itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi guru menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

Khususnya dalam pengembangan asesmen yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Baca Juga: DPRD Jateng Mulai Susun Keanggotaan Pansus Pemekaran Brebes Selatan

Ketua Tim Pelaksana Dr Mobinta Kusuma MPd menjelaskan, asesmen tidak lagi dipahami sekadar alat mengukur hasil belajar. Tetapi dapat pula sebagai instrumen untuk memetakan proses berpikir ilmiah siswa.

"Melalui e-asesmen berbantuan machine learning, guru dapat mengidentifikasi kemampuan inkuiri saintifik siswa secara lebih cepat, objektif, dan berkelanjutan. Ini penting untuk membangun budaya berpikir kritis dan ilmiah pada peserta didik," terang dia.

Inkuiri Saintifik

Dalam kegiatan tersebut, para guru memperoleh pelatihan intensif mengenai penyusunan instrumen asesmen IPA berbasis inkuiri saintifik, pengembangan soal berbasis higher order thinking skills (HOTS), hingga praktik pengembangan media asesmen digital yang terintegrasi teknologi machine learning.

Teknologi tersebut memungkinkan sistem melakukan analisis respons siswa secara otomatis untuk membantu guru memetakan capaian kompetensi peserta didik.

Ketua MGMP IPA Kabupaten Brebes Lufia Krismiyanti MPd, menyambut positif program tersebut. Pihaknya menilai, pelatihan tersebut menjadi momentum penting bagi guru IPA, untuk meningkatkan literasi digital, sekaligus memperkuat kualitas evaluasi pembelajaran di sekolah.

"Guru saat ini dituntut tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu menghadirkan asesmen yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Kolaborasi ini membuka wawasan baru bagi guru IPA di Brebes," tandas Lufia.

Kasi Analis SDM Aparatur Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Nur Puji Rahmawati ST MM, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan dukungan dan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan itu, dapat diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Terutama pada aspek pendidikan berkualitas (Quality Education). "Penguatan kapasitas guru dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan pembelajaran sains yang adaptif dan berorientasi masa depan", ucap dia.

Aplikasi e-ASIC

Adapun luaran utama program tersebut, lanjut dia, antara lain, pengembangan aplikasi e-ASIC (Electronic Assessment of Scientific Inquiry Competence) untuk memetakan kemampuan inkuiri saintifik siswa SMP berbantuan machine learning.

Itu dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh MGMP IPA Kabupaten Brebes. Selain itu, programnya juga dapat menghasilkan e-modul asesemen yang dihasilkan dari kegiatan bimbingan teknis (bimtek), sebagai wujud peningkatan kompetensi profesional guru dalam bidang asesmen pembelajaran digital.

Aplikasi e-ASIC dirancang sebagai media asesmen modern yang mampu membantu guru melakukan evaluasi pembelajaran secara lebih efektif, terukur, dan berbasis data.

Melalui sistem tersebut, guru dapat memonitor perkembangan kemampuan inkuiri saintifik siswa secara berkelanjutan sehingga proses pembelajaran IPA menjadi lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Selain menjadi inovasi di tingkat daerah, program tersebut juga diharapkan dapat menjadi model pengembangan asesmen IPA berbasis kecerdasan buatan, yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Dengan kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan, Brebes telah menunjukkan inovasi teknologi pendidikanm yang tidak hanya lahir di kota-kota besar.

Tetapi juga dapat tumbuh dari komunitas guru yang memiliki semangat belajar dan bertransformasi demi masa depan pendidikan yang lebih berkualitas.