21 Desa di Kabupaten Tegal Mengalami Kekeringan

Kekeringan di Kabupaten Tegal meluas ke 21 desa di tujuh kecamatan. Sebanyak 1,003 juta liter air bersih telah disalurkan dan membantu 83.736 jiwa.
SLAWI, puskapik.com – Krisis kekeringan di Kabupaten Tegal kian meluas dan kini telah melanda 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Suradadi, Jatinegara, Balapulang, Warureja, Kedungbanteng, Pangkah dan Margasari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal Untung Subagio melalui Sekretaris BPBD Kabupaten Tegal, M. Afifudin, membenarkan adanya perluasan dampak kemarau panjang tersebut.
Menanggapi kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempercepat distribusi bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Bentengi Petani Gagal Panen dari Pinjol dan Rentenir
Sejak Juli 2026 hingga 3 September 2026, tercatat sebanyak 1.003.000 liter air bersih didistribusikan ke 21 desa dan dirasakan manfaatnya oleh 83.736 jiwa (25.301 KK).
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan yang cepat dan merata di 21 desa terdampak," jelas M. Afifudin, Jumat, 4 September 2026.
Berdasarkan data BPBD, sebaran desa yang mengalami kekeringan dan mendapat pasokan air bersih meliputi,
Kecamatan Suradadi di Desa Harjasari, Jatimulya, Purwahamba, dan Kertasari.
Baca Juga: Enam UIN Kolaborasi dengan Pemprov Jateng, Garap Penanganan Kemiskinan hingga Sertifikasi Halal
Kecamatan Jatinegara di Desa Mokaha, Lembahsari, Penyalahan, Padasari, Sitail, Tamansari dan Dukuhbangsa.
Kecamatan Balapulang di Desa Sesepan dan Harjawinangun. Kecamatan Warureja di Desa Kendayakan, Sigentong, Kedungjati, dan Kedungkelor.
Kecamatan Kedungbanteng di Desa Karanganyar dan Tonggara.
Kecamatan Pangkah di Desa Dermasuci dan Kecamatan Margasari di Desa Prupuk Utara.
M. Afifudin menambahkan bahwa seluruh armada dari BPBD yang berkolaborasi dengan PMI, PDAM, MDMC, LAZISNU, dan RSUD Suradadi terus dikerahkan secara bergiliran ke desa-desa tersebut.
"Jumlah desa terdampak ini menjadi acuan kami untuk terus bergerak. Distribusi bantuan air akan terus berlanjut dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa," pungkasnya.


