Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal Panik, Tiba-tiba Tanah Bergerak saat Kunjungan ke Padasari

Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal merasa panik saat berkunjung ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Jatinegara karena tiba-taba tanah bergerak
SLAWI, puskapik.com - Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal kunjungan ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis 5 Februari 2026.
Dalam kunjungan itu, terjadi pergerakan tanah secara tiba-tiba, sehingga para anggota Fraksi PKB lari menjauh dari lokasi pergerakan tanah.
Kunjungan dan penyerahan bantuan bagi korban bencana tanah bergerak di Padasari, dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKB, Wasbun dan juga Ketua Fraksi PKB Umi Azkiani.
Mereka bertolak dari gedung DPC PKB di Jalan A Yani Slawi dengan membawa bantuan.
Bantuan yang dibawa berupa sembako mulai dari beras, telur, sayuran, minyak dan lainnya. Selain itu, memberikan bantuan berupa selimut, baju anak-anak, jilbab, dan bantuan lainnya.
Dengan saling bergotong royong, para anggota Fraksi PKB menaikan dan menurunkan bantuan. Bantuan diserahkan di posko pengungsian di Majelis Az Zikir dan juga menyambangi para pengungsian.
Usai ngobrol dengan para pengungsi, anggota Fraksi PKB meninjau langsung tanah bergerak di Ponpes Al Adalah 1. Di sepanjang jalan menuju lokasi ponpes itu, anggota Fraksi PKB sempat melihat langsung jalan amblas dan patah-patah.
Dengan berjalan kaki menuju Ponpes Al Adalah 1, anggota Fraksi PKB melihat reruntuhan bangunan dan tanah-tanah yang merekah.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Batang Meroket, Lampaui Target Nasional, Tembus 8,52 Persen
Kendati sudah banyak rumah yang kosong, namun ada beberapa warga yang masih berjaga-jaga di lokasi rumah masing-masing.
Para anggota Fraksi PKB, saat melihat langsung kondisi Ponpes Al Adalah, tiba-tiba ada suara bangunan bergerak.
Spontan para anggota Fraksi PKB berlarian menjauh dari ponpes tersebut.
Beberapa anggota fraksi PKB merasakan pusing saat terjadinya pergerakan tanah.
"Tiba-tiba kepala gliyeng (pusing). Ini menandakan adanya pergerakan tanah," kata salah satu anggota Fraksi PKB, A Jafar usai menjauh dari lokasi Ponpes Al Adalah 1.
Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Wasbun menilai, lokasi sekitar Ponpes Al Adalah 1 sudah tidak layak digunakan.
Mereka harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Tidak harus di dalam Desa Padasari, relokasi bisa di wilayah lainnya yang dinilai lebih aman.
"Ini sudah tidak layak. Tanah terus bergerak dan kemungkinan masih akan terus terjadi selama musim hujan," ujar Wasbun.***
Artikel Terkait

Semarak HUT ke-81 PMI di Pemalang, Warga Ikuti Senam dan Donor Darah

Berkunjung ke Batang, Wapres Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG, Jumlah Total Capai 674 Orang

Puluhan Driver Ojol di Tegal Deklarasi Patrol, Satukan Roda Dua dan Roda Empat
