Beli Pupuk Bersubsidi Mudah, Petani di Tegal Ramai-Ramai Borong

Jumat, 8 Mei 2026 | 12.05
Pekerja mengangkut alat pupuk bersubsidi di salah satu gudang pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Tegal, baru-baru ini.
Pekerja mengangkut alat pupuk bersubsidi di salah satu gudang pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Tegal, baru-baru ini.

Serapan pupuk subsidi di Kabupaten Tegal capai 40 persen. Penurunan harga dan sistem digital i-Pubers dorong petani borong pupuk untuk tingkatkan produktivitas.

SLAWI, puskapik.com - Pemerintah terus melakukan pembenahan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Bahkan, pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi sejak Oktober 2025. Hal itu membuat petani ramai-ramai borong pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produktifitas pertanian.

Aksi borong petani dilihat dari laporan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang merilis realisasi serapan pupuk bersubsidi hingga awal Mei 2026.

Serapan pupuk bersubsidi di wilayah Tegal mencapai 15.993 ton. Jumlah penyaluran itu setara 40 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Tegal yang mencapai 40.330 ton pada 2026.

Baca Juga: KEK Industropolis Batang Kembali Tarik Investasi Korea Selatan, Serap 6.000 Tenaga Kerja

"Realisasi penyaluran sebesar 15.993 ton ini, yang telah disalurkan untuk Urea 8.997 ton, NPK 6.933 ton, dan organik 63 ton," kata Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F saat Workshop Optimalisasi Distribusi Pupuk dan Akses Pembiayaan Petani Melalui Sinergi Program Pemerintah di Tegal, baru-baru ini.

Kendati serapan tinggi, kata dia, Pupuk Indonesia tetap menjaga ketersediaan pupuk subsidi untuk wilayah Kabupaten Tegal. Saat ini, perusahaan menyiapkan stok sebesar 1.277 ton untuk kebutuhan petani Kabupaten Tegal, serta 81.882 ton untuk kebutuhan Provinsi Jawa Tengah.

“Seluruh stok pupuk bersubsidi ini dapat dimanfaatkan oleh petani di Kabupaten Tegal tentunya yang terdaftar pada e-RDKK (e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok)," terang Ihwan.

Baca Juga: Pemkab Batang Uji Coba Mobil Listrik untuk Kendaraan Operasional Kepala OPD

Lebih lanjut dikatakan, tingginya serapan petani dikarenakan PT Pupuk Indonesia (Persero) menerapkan sistem digital i-Pubers sejak awal Januari 2026. Penerapan sistem tersebut dinilai berhasil meningkatkan serapan pupuk bersubsidi di wilayah Tegal.

“Banyak petani yang menebus pupuk bersubsidi dari awal tahun 2026 karena sistem digital i-Pubers yang memudahkan petani dalam menebus di PPTS," katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait