Bupati Tegal Rotasi 7 Pejabat Eselon II, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Ini Daftarnya

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman merotasi 7 Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II Pemkab Tegal tegaskan tak ada jual beli jabatan
SLAWI, puskapik.com - Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman merotasi 7 Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II Pemkab Tegal di Pendopo Amangkurat, Kamis 25 Juni 2026.
Saat melantik, Bupati Ischak menegaskan tidak ada jual beli jabatan. Karena itu jika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan dirinya silakan dilaporkan.
"Jabatan bukan komoditas yang dapat diperjualbelikan, juga bukan sekadar bentuk penghargaan,"tegasnya.
Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batang Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Oleh karena itu, lanjut Bupati Ischak, dirinya memastikan seluruh proses, dari awal hingga akhir, tidak ada praktik jual beli jabatan.
"Ini merupakan komitmen kami. Jika ada pihak yang mengaku-ngaku atau mengatasnamakan kami, silakan laporkan,"tegas Bupati Ischak.
Hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut yakni Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah, Amir Makhmud hingga puluhan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal.
Adapun 7 pejabat eselon II Pemkab Tegal yang dilantik, yakni
1. Akhmad Uwes Qoroni yang sebelumnya Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), jabatan baru sebagai Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
2. Mujahidin yang sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal, jabatan baru sebagai Kepala Disporapar.
3. Untung Subagyo yang sebelumnya di Sekretaris DPRD Kabupaten Tegal, jabatan baru sebagai Kepala BPBD Kabupaten Tegal.
4. Teguh Mulyadi yang sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) jabatan baru sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
5. Teguh Dwijanto Rahardjo yang sebelumnya di Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) jabatan baru sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim)
6. Joko Kurnianto yang sebelumnya Asisten II Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, jabatan baru di Sekretaris DPRD.
7. Dessy Arifiyanto yang sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) jabatan baru di Asisten II Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam.
Baca Juga: MTQ Nasional XXXI Diluncurkan di Semarang, Usung Harmoni dan Toleransi Menuju Indonesia Emas
Sementara itu, juga dilakukan pelantikan Hendri Agus Supriyanto sebagai Direktur Umum Bank Tegal dan Zaenal Arifin sebagai Komisaris Independen Bank Tegal.
"Jadi hari ini ada 7 pejabat tinggi pratama dan 2 nya berasal dari Komisaris dan Direktur Bank Tegal," terang Bupati Ischak.
Ischak menegaskan, pelantikan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan serta memastikan bahwa organisasi perangkat daerah maupun badan usaha milik daerah dipimpin oleh figur-figur yang memiliki kompetensi, integritas dan kemampuan manajerial yang baik.
"Prosesi pengisian jabatan ini juga dilaksanakan melalui mekanisme yang objektif, transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penempatan jabatan tersebut juga dilakukan berdasarkan uji kompetensi, rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, integritas serta kebutuhan organisasi," ungkapnya.
Pengisian Jabatan Kosong
Sementara itu, sejumlah jabatan eselon II yang masih kosong hingga kini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal dalam waktu dekat akan membuka proses Seleksi Terbuka Jabatan (Selter).
"Nanti jabatan yang kosong akan diisi melalui proses seleksi terbuka," ujarnya.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Ischak meminta agar segera beradaptasi dengan lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru.
Menurut Ischak, tantangan kerja saat ini semakin kompleks, dinamika pemerintahan semakin tinggi, dan tuntutan masyarakat semakin kritis.
"Saya minta seluruh pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi agar roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal," pungkasnya.***