Debit Mata Air Gombong dan Kaligiri Menyusut, Apa Saja Dampaknya?

Debit mata air Gombong dan Kaligiri menyusut 62 LPS akibat kemarau, berdampak pada layanan air bersih pelanggan di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes.
SLAWI, Puskapik.com – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayah Tegal dan sekitarnya. Debit mata air Gombong dan Kaligiri milik PT Tirta Utama Jawa Tengah mengalami penurunan signifikan sebesar 62 liter per detik (LPS) akibat kemarau yang melanda sejak Agustus lalu.
Kedua mata air yang berlokasi di Muncanglarang (Kabupaten Bumijawa) dan Desa Kaligiri (Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes) tersebut merupakan sumber air utama untuk mengaliri Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) eksisting yang dikelola oleh Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Ayu, Nandang Indradani, mengungkapkan bahwa debit air menyusut dari kondisi normal 284 LPS menjadi 222 LPS.
Baca Juga: Tim Gabungan Razia Kamar Hunian Lapas Slawi, Apa Saja Temuannya?
Penurunan ini berdampak langsung pada pelayanan pelanggan di tiga daerah sekaligus.
"Penurunan 62 LPS ini mengakibatkan Kota Tegal terdampak paling besar yakni Kota Tegal 29 LPS (46,68%), disusul Kabupaten Tegal sebesar 18 LPS (29,86%), dan Kabupaten Brebes sebesar 15 LPS (23,46%)," jelas Nandang, Jumat , 18 September 2026.
Dampak yang dirasakan pelanggan antara lain berkurangnya air baku, penurunan tekanan air di jaringan tertentu, serta waktu aliran yang menjadi lebih terbatas. Gangguan ini utamanya dirasakan pada jam-jam puncak aktivitas warga, yakni pukul 04.00–07.00 WIB dan pukul 15.00–18.00 WIB.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perumda Tirta Ayu melakukan pemerataan aliran dengan menyetel ulang gate valve (katup pintu air), khususnya di wilayah terdampak seperti Kecamatan Slawi dan Dukuhwaru. Debit air diperkirakan baru akan kembali normal pada bulan Desember mendatang, tergantung pada kondisi cuaca.
Sebagai langkah jangka panjang, Perumda Tirta Ayu aktif mencari sumber mata air baru serta melakukan konservasi lahan melalui penanaman pohon pelindung air seperti karet, trembesi, lampeni, dan asam jawa di sekitar SPAM Wangon dan mata air Suren.***