Ditemukan 7 Candi Hindu di Tegal, Peradaban, Teknologi, dan Budaya di Abad ke-5 dan 7

Penemuan tujuh situs candi Hindu di Kabupaten Tegal, termasuk Candi Gong, mengungkap jejak peradaban maju abad ke-5 hingga ke-7.
SLAWI, puskapik.com - Kekayaan budaya di Kabupaten Tegal mulai terkuak. Dalam beberapa tahun terakhir, ditemukan 7 situs candi Hindu yang diperkirakaan peninggalan peradaban pada abad ke-5 hingga abad ke-7. Penemuan itu menjadi bukti bahwa Tegal sudah maju sejak zaman sejarah.
“Temuan ini memperkuat dugaan bahwa wilayah Tegal telah memiliki peradaban maju sejak abad ke-5 hingga abad ke-7,” kataegiat cagar budaya asal Kabupaten Tegal, Slamet Haryanto saat ditemui pada Rabu 25 Maret 2026.
Slamet mengatakan, Kabupaten Tegal memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Sejak 2004, ia menemukan sedikitnya 7 situs candi Hindu yang diperkirakaan peninggalan peradaban pada abad ke-5 hingga abad ke-7.
Baca Juga: 5.398 ASN Masuk Hari Pertama Kerja, Dedy Yon Minta Langsung Tancap Gas
1. Candi Gong
Slamet menjelaskan, salah satu situs yang telah diteliti secara akademis adalah Candi Gong. Situs yang dikaji oleh Prof Dr. Aris Munandar berada di areal persawahan Desa Sidamulya, Kecamatan Pagerbarang. Di lokasi tersebut ditemukan berbagai artefak seperti arca Dewa Siwa, batu tempayan, lampu perunggu, serta reruntuhan struktur batu bata.
2. Candi Kesuben
Selain itu, sejumlah situs lain juga ditemukan dengan kondisi yang beragam. Candi Kesuben dilaporkan mengalami kerusakan parah sehingga tidak layak direstorasi, dengan peninggalan berupa reruntuhan batu bata.
Baca Juga: Liburan Lebaran Idul Fitri 2026, Pasar Slumpring Cempaka Tegal Jadi Favorit Pengunjung
3. Candi Bulus
Sementara itu, Candi Bulus di Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru, menyimpan arca kura-kura yang menjadi simbol fondasi serta yoni.
4. Candi Selapura
Di lokasi lain, Candi Selapura yang berada di Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru, ditemukan yoni dan sejumlah arca, namun posisinya berada di area pemakaman umum sehingga tidak memungkinkan untuk direstorasi.
5. Candi Santren
Kondisi serupa juga terjadi pada Candi Santren di Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng, yang kini menjadi kompleks makam.
6. Candi Dandang
Temuan lainnya mencakup Candi Dandang di Bumijawa yang memiliki lingga unik menyerupai kuali dengan material batu andesit.
7. Candi Ganesha
Candi Ganesha di Desa Penarukan, Kecamatan Adiwerna, yang berada di kawasan permukiman padat penduduk dan masih dijaga warga setempat.
“Mayoritas situs merupakan tempat pemujaan dengan ciri khas ditemukannya lingga dan yoni sebagai simbol kemakmuran,” terang Slamet.
Ia menyebut, konstruksi fondasi candi masih dapat ditemukan meskipun bagian atas bangunan telah rusak. Penemuan ini menjadi bukti bahwa nenek moyang masyarakat Tegal sejak abad ke-5 sudah memiliki peradaban, teknologi, dan budaya yang tinggi.
Ia juga menambahkan bahwa struktur candi menunjukkan tingkat presisi tinggi dalam teknik konstruksi, baik menggunakan batu bata maupun batu andesit yang saling mengunci.
Selain tujuh situs tersebut, juga ditemukan dua arca Dwarapala dan Ganesha yang semakin memperkaya jejak sejarah di wilayah ini.
Slamet berharap pemerintah dan masyarakat dapat lebih peduli terhadap pelestarian situs-situs tersebut sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. Ia menilai keberagaman penemuan situs cagar budaya di Tegal mencerminkan perjalanan panjang peradaban, mulai dari masa prasejarah hingga era kolonial.



