Gandeng Polres Tegal, Dinkes Gencarkan Deteksi Dini untuk Eliminasi Kasus TB

Selasa, 23 Juni 2026 | 20.00
Petugas Dinas Kesehatan bersama Bhabinkamtibmas Polres Tegal melakukan kegiatan deteksi dini TB Paru kepada warga.
Petugas Dinas Kesehatan bersama Bhabinkamtibmas Polres Tegal melakukan kegiatan deteksi dini TB Paru kepada warga.

Deteksi Dini TB Paru di Kabupaten Tegal Meningkat, Dinkes Gandeng Polres Tegal percepat pelacakan kasus. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat 2.350 kasus.

SLAWI, puskapik.com – Upaya pelacakan penderita Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Tegal menunjukkan hasil signifikan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 17 Juni 2026, angka temuan kasus TB Paru di wilayah ini mencapai 2.350 kasus dari target 5.935 kasus. Angka tersebut meningkat 240 kasus dibandingkan data pada 3 Juni 2026 yang tercatat sebanyak 2.110 kasus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, menuturkan bahwa meningkatnya jumlah temuan bukan berarti kasus baru melonjak secara negatif.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Prioritaskan Perbaikan Tanggul Jebol, Rob Tayu Segera Ditangani

Hal ini justru menunjukkan semakin baiknya proses pencarian dan deteksi dini di lapangan sehingga penderita dapat segera mendapatkan pengobatan tepat.

"Semakin banyak penemuan kasus TB baru, berarti semakin baik. Hal itu membuat penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan memutus rantai penularan di lingkungan sekitar," ujar Edy, Selasa,23 Juni 2026.

Keberhasilan pelacakan ini tidak lepas dari kerja sama antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, serta dukungan Bhabinkamtibmas yang aktif mendampingi kegiatan di masyarakat.

Baca Juga: Dies Natalis ke-46, UPS Tegal Akreditasi Unggul Publikasi Internasional Naik

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polres Tegal yang telah mendukung program eliminasi TB melalui peran Bhabinkamtibmas di lapangan.

Kehadiran mereka membantu petugas kesehatan menjangkau masyarakat, memberikan edukasi, serta mendorong warga yang bergejala untuk memeriksakan diri. Ini kolaborasi yang sangat baik demi kesehatan masyarakat Kabupaten Tegal," lanjutnya.

Edy menegaskan, eliminasi TB membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, ia mengimbau warga untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala TB, seperti batuk berkepanjangan dan penurunan berat badan secara drastis.

Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat. Bersama-sama kita bisa mewujudkan Kabupaten Tegal bebas Tuberkulosis," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menyatakan, Polri siap mendukung penuh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor kesehatan.

"Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Bhabinkamtibmas yang berada di garda terdepan, kami berupaya membantu tenaga kesehatan memberikan edukasi dan pendampingan.

Harapannya, kesadaran masyarakat meningkat sehingga target eliminasi TB dapat tercapai," kata Kapolres.Sinergi lintas sektor antara Dinas Kesehatan dan Polres Tegal ini diharapkan menjadi pemantik percepatan eliminasi TB yang berkelanjutan di Kabupaten Tegal. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait