Tembok dan Atap Rumah di Adiwerna Tegal Roboh, Satu Keluarga Dilarikan ke Rumah Sakit

Tiga penghuni rumah di Desa Tembok Luwung, Adiwerna, Kabupaten Tegal terluka setelah atap dan tembok rumah roboh. Kerugian ditaksir mencapai Rp33 juta.
SLAWI, puskapik.com – Nasib naas menimpa keluarga Faturohim (45), warga Desa Tembok Luwung RT 08/RW 02, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Rumah tinggalnya tiba-tiba roboh pada bagian atap dan tembok pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 19.26 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang penghuni rumah mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan. Seluruh korban kini harus menjalani perawatan medis secara intensif di RSI PKU Muhammadiyah di Adiwerna.
Berdasarkan laporan hasil asesmen Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, kronologi kejadian bermula saat struktur bangunan yang diduga sudah rapuh atau mengalami kesalahan konstruksi mendadak runtuh.
Baca Juga: Buka Latihan Perwasitan Renang, Ini Pesan Wabup Batang
Saat kejadian, Faturohim sedang melaksanakan ibadah salat di kamar tidur, sementara istri dan anaknya sedang berada di ruang tengah menonton televisi.
Ketiganya langsung tertimpa reruntuhan. Tidak hanya itu, puing-puing material bangunan yang berat juga runtuh ke arah samping dan menimpa ruang keluarga milik tetangga sekaligus saudaranya, Nurohim (58).
Akibat insiden tersebut, Faturohim dan istrinya, Mutmainah (55), mengalami luka lebam serta lecet. Sementara anak mereka, Riska, mengalami luka paling parah hingga harus menjalani operasi ortopedi karena dua jari kakinya patah akibat hantaman material.
Baca Juga: Pertama, Festival Kamir Digelar di Mulyoharjo Pemalang, Angkat Kuliner Khas Daerah
Hingga Minggu sore, 2 Agustus 2026, warga sekitar bergotong-royong merapikan lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi agar kerusakan tidak merembet ke area dapur atau memicu roboh susulan.
Sejumlah unsur terkait, mulai dari Pemerintah Desa Tembok Luwung, BPBD Kabupaten Tegal, PMI Kabupaten Tegal, Polsek dan Koramil Adiwerna, hingga organisasi Banser bersama masyarakat langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penanganan dan pencatatan.
Total kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp33 juta, dengan rincian Rp30 juta pada rumah Faturohim dan Rp3 juta pada rumah Nurohim. Saat ini, korban sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa material bangunan, terpal, serta paket perlengkapan keluarga (family kit).


