Gencarkan Deteksi Dini PTM, Puskesmas Dukuhwaru Tegal Luncurkan Inovasi DARIUS CERIA

Puskesmas Dukuhwaru Kabupaten Tegal meluncurkan DARIUS CERIA, layanan jemput bola untuk deteksi dini penyakit tidak menular pada masyarakat usia produktif.
SLAWI, puskapik.com – Puskesmas Dukuhwaru, Kabupaten Tegal meluncurkan inovasi DARIUS CERIA (Datangi, Periksa PTM Usia Produktif untuk Cegah Risiko Awal).
Program pelayanan jemput bola ini dirancang khusus untuk memperluas cakupan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayah Kabupaten Tegal.
Inovasi ini lahir sebagai solusi atas rendahnya partisipasi masyarakat usia produktif (15–59 tahun) dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan berkala. Faktor kesibukan kerja dan keterbatasan waktu sering kali menjadi alasan utama mereka tidak sempat mendatangi puskesmas maupun Posbindu PTM.
Baca Juga: Rumah Janda Penjual Ketupat di Jatibogor Tegal Ludes Terbakar, Dua Rumah Warga Ikut Terdampak
Akibatnya, ancaman penyakit "silent killer" atau pembunuh senyap seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga obesitas kerap kali baru disadari setelah pasien mengalami komplikasi berat seperti stroke atau gagal ginjal.
Melalui DARIUS CERIA, Puskesmas Dukuhwaru mengubah paradigma pelayanan dari yang semula pasif menunggu pasien, kini menjadi aktif bergerak mendatangi masyarakat. Dengan mengusung motto "Datang Lebih Dekat, Sehat Lebih Cepat", tim kesehatan diterjunkan langsung ke lokasi-lokasi strategis tempat masyarakat beraktivitas.
Baca Juga: BREAKING NEWS : KPK Geledah Rumah Warga di Randugunting Kota Tegal, Diduga Terkait Kasus di Pemalang
Kepala Puskesmas Dukuhwaru, dr. Suci Nirmala Dewi, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata transformasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin memastikan masyarakat usia produktif tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan tanpa mengganggu produktivitas mereka. Pelayanan harus hadir lebih dekat agar faktor risiko penyakit kronis bisa diintervensi sejak dini," tegas dr. Suci, Jumat (7/8/2026).
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui alur pelayanan terpadu yang komprehensif. Mulai dari registrasi peserta, skrining faktor risiko, wawancara riwayat kesehatan, hingga pengukuran fisik seperti tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan lingkar perut. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, hingga pemberian edukasi kesehatan dan rujukan jika ditemukan faktor risiko yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
dr. Suci menambahkan, selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta pentingnya skrining berkala.
“Pendekatan promotif dan preventif tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kejadian penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Dukuhwaru,” jelasnya.
Keberhasilan gerakan jemput bola ini ditopang oleh tim lintas profesi yang solid, mulai dari dokter, perawat, bidan, nutrisionis, tenaga promosi kesehatan, petugas laboratorium, hingga kader kesehatan desa. Kolaborasi tersebut memungkinkan pelayanan diberikan secara menyeluruh.
Untuk menjamin mutu pelayanan, seluruh hasil pemeriksaan dicatat secara digital melalui register pelayanan, aplikasi e-Puskesmas, serta platform nasional ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku).
Evaluasi program juga dilakukan secara berkala dengan mengukur jumlah lokasi, cakupan masyarakat yang diskrining, temuan kasus baru, hingga tingkat kepuasan masyarakat.


