Jembatan Gantung Sangkanjaya Tegal Mulai Ditangani, Mengembalikan Aliran Sungai Gung

Pemkab Tegal tangani dampak banjir Sungai Gung yang merusak jembatan gantung Sangkanjaya dengan pengerukan material dan pengaturan ulang aliran sungai.
TEGAL, puskapik.com – Pemkab Tegal gerak cepat untuk penanganan bencana banjir di Sungai Gung yang menghancurkan pondasi jembatan gantung Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang, sejak Sabtu 28 Maret 2026.
Penanganan yang dilakukan dengan mengembalikan aliran Sungai Gung agar tidak kembali menghantam tebing sungai di sebelah timur.
Banjir Sungai Gung yang terjadi pada Kamis 26 Maret 2026, membuat pondasi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sangkanjaya-Danawarih dan sekitarnya, hancur.
Baca Juga: Pemalang Siapkan Lompatan Ekonomi 2027, Andalkan Pariwisata hingga UMKM
Kondisi itu membuat lantai jembatan runtuh, sehingga akses jalan terdekat warga Sangkanjaya menuju Danawarih, lumpuh.
Tak hanya merusak jembatan, aliran Sungai Gung di lokasi tersebut juga berubah dengan menyisakan banyak material di tebing Sungai Gung sebelah timur.
Berdasarkan hasil peninjauan dan asesmen dari BPBD, BBWS Pemali Juana menerjunkan dua unit excavator. Hingga kini, excavator tersebut masih terus bekerja untuk menyingkirkan material agar air mengalir di tengah dan tidak menghantam tebing sungai.
Baca Juga: IPM Terendah di Jateng, DPRD Pemalang Minta Fokus Peningkatan Kualitas SDM
Alat berat tersebut difokuskan untuk melakukan pengerukan serta penyodetan sedimen dan batuan di hilir Bendungan Danawarih.
“Pekerjaan diarahkan untuk menggeser material ke tengah alur sungai agar terbentuk jalur aliran baru,” kata Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman.
Ia menjelaskan, perubahan arah arus sebelumnya cenderung mengarah ke sisi timur sungai. Kondisi itu dinilai berisiko tinggi karena dapat memicu gerusan lanjutan yang berpotensi membahayakan pondasi jembatan di sekitar lokasi.
Dengan pengaturan ulang aliran ke tengah, Bupati berharap stabilitas arus Sungai Gung dapat kembali terjaga dan risiko kerusakan infrastruktur bisa diminimalkan.
Bupati Ischak menegaskan, langkah ini merupakan solusi awal dalam penanganan dampak banjir bandang. Ke depan, pemantauan akan terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
“Kami akan terus berkoordinasi agar penanganan berjalan optimal dan masyarakat merasa aman,” kata Ischak.
Artikel Terkait

Update Gunung Slamet Terkini, Terjadi 9 Kali Gempa Low Frequency

32 Tim Ramaikan Turnamen Kapolres Tegal Cup IV, Perebutkan Hadiah Rp 150 Juta

Layanan SIM Hingga Gudang Senjata Api Polres Tegal Jadi Sasaran Tim Audit Tim Itwasda Polda Jateng
