Kekeringan di Kabupaten Tegal Meluas, IBN University Salurkan Air Bersih

Hadapi kemarau panjang dan kekeringan meluas di Kabupaten Tegal, IBN University turun tangan salurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak
SLAWI, puskapik.com - Kekeringan di Kabupaten Tegal meluas seiring dengan musim kemarau panjang. Kondisi itu membuat Universitas Islam Bakti Negara Tegal (IBN University) turun ke lapangan untuk menyalurkan air bersih.
Koordinasi Lapangan Penyaluran Air Bersih IBN University, H Azis Awaludin MPd mengatakan, kebutuhan akan air bersih menjadi persoalan yang tidak sekadar menyangkut kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, IBN University hadir melalui misi kemanusiaan bantuan air bersih untuk wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Tegal pada Senin 5 September 2026.
Baca Juga: Sebelum Giant Sea Wall Berdiri, Pantura Jateng Dipagari Mangrove
"Kami menyasar sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih, yakni Kebagusan, Desa Danasari di RT 05 RW 02, RT 06 RW 02, dan RT 07 RW 02, serta Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara di RT 03 RW 02 dan RT 04 RW 02," katanya.
Warga Desa Danasari, Rohman mengungkapkan, masyarakat telah cukup lama menghadapi kondisi minimnya curah hujan.
Kondisi itu menyebabkan ketersediaan air bersih semakin terbatas dan membuat masyarakat harus berupaya lebih keras untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Di sini sudah lama tidak turun hujan. Air semakin sulit didapat, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Warga tentu sangat membutuhkan bantuan air bersih karena kondisi seperti ini cukup menyulitkan,” ungkap Rohman.
Baca Juga: Geledah Sejumlah Tempat di Pemalang, Ini yang Dicari KPK
Hal senada disampaikan Bisri Musthofa, selaku pamong Desa Sitail, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian IBN University yang turut memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, bantuan air bersih sangat berarti bagi warga, terlebih ketika sumber-sumber air yang biasa digunakan masyarakat mulai mengalami keterbatasan akibat musim kemarau.



