Ketua PWI kabupaten Tegal Ingatkan Pers Sehat Bukan Sekedar Slogan

Selasa, 29 September 2026 | 18.32 WIB
Ketua PWI Kabupaten Tegal Muhammad Fatkhurohman menyampaikan sambutan pada acara Konferensi Ke-4 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal untuk masa bakti 2026-2029  di Gedung Serbaguna Perumda Air Minum Tirta Ayu, Selasa, 29 September 2026.
Ketua PWI Kabupaten Tegal Muhammad Fatkhurohman menyampaikan sambutan pada acara Konferensi Ke-4 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal untuk masa bakti 2026-2029 di Gedung Serbaguna Perumda Air Minum Tirta Ayu, Selasa, 29 September 2026.

Ketua PWI Kabupaten Tegal Muhammad Fatkhurohman menegaskan pers sehat harus berperan mengawal pembangunan, mengedukasi masyarakat, dan mencegah hoaks.

SLAWI, Puskapik.com- Konferensi Ke-4 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal untuk masa bakti 2026-2029 digelar di Gedung Serbaguna Perumda Air Minum Tirta Ayu, Selasa, 29 September 2026.

Konferensi mengusung tema "Pers Sehat untuk Kabupaten Tegal Lebih Baik " ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud dan dihadiri Forkopimda Kabupaten Tegal, Ketua dan pengurus PWI Jateng, Direksi Perumda Air Minum Tirta Ayu , tamu undangan dan anggota PWI Kabupaten Tegal.

Ketua PWI Kabupaten Tegal Muhammad Fatkhurohman dalam sambutannya menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan organisasi. Pers yang sehat, menurutnya, harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.

Pers memiliki peran mengawal pembangunan, termasuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan APBD agar tepat sasaran serta ikut mengawal program pemerintah daerah agar berjalan sesuai tujuan.

Baca Juga: PWI Kabupaten Tegal Gelar Doa Untuk Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Selain itu, pers juga memiliki peran dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), antara lain melalui promosi potensi wisata, UMKM dan investasi di Kabupaten Tegal.

”Pers yang sehat harus memberi dampak nyata untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Pers juga dituntut ikut mencerdaskan masyarakat dengan menyajikan informasi yang benar, memberikan pemahaman mengenai program pemerintah, mengedukasi masyarakat tentang bahaya hoaks, sekaligus mendorong partisipasi publik.

Di tengah derasnya arus informasi digital, pers juga diharapkan mampu menjaga kondusivitas daerah dengan tidak menyebarkan informasi provokatif yang dapat memecah belah masyarakat.

”Kalau pers-nya sehat, maka Kabupaten Tegal pasti lebih baik. Karena dari berita yang sehat, lahir kebijakan yang sehat, pengawasan yang sehat, dan masyarakat yang sehat berpikirnya," kata Fatkhurohman.

Sebaliknya, dia mengingatkan, ketika pers tidak sehat dan diwarnai hoaks, pemerasan maupun ketidakprofesionalan, dampaknya juga dapat merugikan masyarakat. ”Kalau pers-nya sakit, Kabupaten Tegal juga akan ikut sakit,” tandasnya.

Dalam.konferensi tersebut, Muhammad Fatkhurohman terpilihbsecara aklamasi melanjutkan memimpin PWI Kabupaten Tegal untuk tiga tahun kedepan, 2026- 2029. ***

Artikel Terkait