Liburan Nataru, Guci Tegal Siap dan Aman Dikunjungi Wisatawan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 17.42 WIB
Sejumlah pekerja melakukan perbaikan di wilayah Pancuran 5 Kawasan Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, baru-baru ini.
Sejumlah pekerja melakukan perbaikan di wilayah Pancuran 5 Kawasan Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, baru-baru ini.

Kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, dibenahi pascabanjir bandang. Pancuran 5 dan jembatan ditargetkan rampung akhir 2026 untuk menyambut liburan Nataru.

SLAWI, puskapik.com - Bencana banjir bandang di Sungai Gung yang melintasi kawasan wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, mulai dibenahi. Pancuran 5 dan Pancuran 13 yang menjadi magnet kawasan wisata Guci, diprediksi rampung di akhir tahun ini.

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Tegal, Putri Dewi Fitrah Ayu Lintang mengatakan, pembangunan terus berjalan dan akan melakukan monitoring langsung ke lokasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

"Kami optimistis liburan Nataru, Pancuran 5 sudah bisa dinikmati pengunjung," kata Lintang, baru-baru ini.

Dijelaskan, revitalisasi Pancuran 5 tidak hanya menyasar tampilan kawasan. Sejumlah fasilitas juga mengalami perubahan desain agar lebih modern dan nyaman bagi wisatawan.

Baca Juga: Kabupaten Tegal Raih Juara Umum Porsadin VIII Jawa Tengah 2026

"Nanti akan ada perbedaan, desain yang sekarang lebih kekinian, tidak seperti desain lama. Bangunan Pancuran 5 masih tetap ada," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, salah satu perubahan yakni penambahan kolam renang di bagian atas. Posisi akses masuk dan keluar juga dipisahkan, berbeda dengan sebelumnya yang masih menggunakan satu akses. Wisatawan tidak perlu membayar tiket khusus untuk masuk Pancuran 5. Tiketnya sudah termasuk dalam tiket masuk kawasan Guci.

Selain itu, kata dia, jembatan di kawasan tersebut akan ditata dengan desain yang lebih estetik dan kekinian. Pemkab Tegal juga menyiapkan pengamanan kawasan sungai dengan pembangunan talud di sepanjang aliran sungai Gung.

"Di sekitar sungai nanti akan full talud," jelas Lintang.

Pembangunan Pancuran 5 merupakan bagian dari penataan sejumlah fasilitas di kawasan Guci. Saat ini, terdapat beberapa pekerjaan yang berjalan bersamaan, di antaranya pembangunan Pancuran 5 dan jembatan, Pancuran 13, dan talud sungai.

Kondisi tersebut sempat menjadi tantangan bagi pelaksanaan proyek, terutama terkait akses untuk memasok material bangunan. Namun, menurut Lintang, kendala tersebut kini mulai diatasi dengan menambah jumlah pekerja.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi Jadi Evaluasi, KONI Brebes Tekankan Pembinaan Taekwondo

"Sejauh ini progres pembangunan sudah on the track. Kalau kemarin terkendala akses bahan baku, sekarang kami menambah pekerjanya," katanya.

Selain Pancuran 5 dengan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar, pembangunan jembatan Pancuran 13 menelan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar dengan progres sudah mencapai 60 persen. Sementara pembangunan Pancuran 13 sendiri berada di bawah kewenangan BKSDA.

"Untuk jembatan, pembangunan kaki-kaki jembatan disebut telah rampung. Jembatan Jedor juga telah selesai 100 persen dan sudah dapat dilalui wisatawan," terangnya.

Menurut Lintang, akses jalan menuju kawasan Guci juga telah rampung 100 persen. Pembenahan tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya geliat pariwisata Guci. Hal itu terlihat dari tingkat keterisian penginapan, hotel, dan vila pada akhir pekan serta kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar daerah.

"Kami optimistis saat Nataru nanti Pancuran 5 dan jembatan sudah 100 persen dan kunjungan wisatawan juga ramai," ujarnya.

Dia memastikan wisatawan tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke Guci. Berbagai pembenahan fasilitas dan infrastruktur terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mengantisipasi potensi bencana di kawasan wisata tersebut.

"Kami mengimbau wisatawan tidak khawatir untuk berkunjung ke Guci karena sudah aman," pungkasnya. ***

Artikel Terkait