Penyelenggaraan Event Lari di Tegal Disarankan Lindungi Peserta dengan Asuransi

Selasa, 12 Mei 2026 | 12.47
Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo saat di wawancarai sejumlah media, Selasa 12 Mei 2026. (Guntur)
Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo saat di wawancarai sejumlah media, Selasa 12 Mei 2026. (Guntur)

KONI Tegal minta event lari wajib sediakan asuransi, tim medis, dan izin resmi demi keselamatan peserta serta standar penyelenggaraan profesional.

SLAWI, puskapik.com - KONI Kabupaten Tegal menyarankan kepada penyelenggara event lari untuk melindungi para peserta lari dengan asuransi.

Tak hanya itu, penyelenggara event lari juga mengantongi izin dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), dan berkomunikasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, serta aparat keamanan setempat.

“Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Penyelenggara idealnya menyediakan perlindungan asuransi, tim medis, pengamanan jalur, hingga mekanisme evakuasi jika terjadi keadaan darurat,” kata Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, Selasa 12 Mei 2026.

Baca Juga: Bupati Tegal Berharap Muslimat NU Terus Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Dikatakan, event olahraga yang melibatkan masyarakat umum memiliki risiko tertentu, mulai dari gangguan kesehatan peserta, kecelakaan di lintasan, hingga potensi kericuhan akibat lemahnya pengaturan teknis di lapangan.

Karena itu, penyelenggara wajib menyiapkan sistem keamanan yang baik, termasuk petugas medis dan perlindungan asuransi.

"Keberadaan asuransi peserta menjadi salah satu indikator penting bahwa sebuah event dikelola secara profesional dan bertanggung jawab," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Brebes Pesan Anak Yatim Jangan Rendah Diri, 100 Anak di Paguyangan Terima Bansos

Menurut dia, event olahraga saat ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.

Bahkan, kegiatan olahraga massal dinilai mampu mendukung sektor pariwisata dan UMKM lokal apabila dikelola secara profesional.

Meski demikian, Bambang menekankan bahwa pertumbuhan industri olahraga tetap harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap regulasi dan standar penyelenggaraan olahraga yang berlaku.

Menurutnya, rekomendasi dari induk organisasi olahraga merupakan syarat penting agar sebuah event memiliki legitimasi yang jelas.

Tanpa rekomendasi tersebut, kualitas pelaksanaan dinilai sulit dipastikan, termasuk terkait keberadaan perangkat pertandingan seperti marshal, juri, maupun wasit.

“Seharusnya setiap event memiliki rekomendasi dari induk olahraga terkait. Kalau tidak ada rekomendasi, maka kualitas penyelenggaraannya patut dipertanyakan karena perangkat pertandingan dan sistem pengawasannya juga tidak jelas,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masyarakat harus lebih teliti sebelum mengikuti sebuah event olahraga, terutama yang melibatkan peserta dalam jumlah besar dan menggunakan fasilitas umum.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait