Perhutani Pekalongan Barat Tabur Benih Pinus Serentak di Bumijawa

Kamis, 24 September 2026 | 09.49 WIB
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat melaksanakan kegiatan tabur benih secara serentak di Petak 46b Persemaian Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Dukuhtengah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bumijawa, pada Rabu, 23 September 2026.
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat melaksanakan kegiatan tabur benih secara serentak di Petak 46b Persemaian Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Dukuhtengah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bumijawa, pada Rabu, 23 September 2026.

KPH Pekalongan Barat melaksanakan tabur benih serentak di Persemaian RPH Dukuhtengah, Bumijawa, sebagai persiapan penanaman hutan tahun 2027.

SLAWI, puskapik.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat melaksanakan kegiatan tabur benih secara serentak di petak 46b Persemaian Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Dukuhtengah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bumijawa pada Rabu, 23 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan matang rencana persemaian dan penanaman hutan untuk tahun 2027.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Departemen Produksi Divisi Regional Jawa Tengah, Ida Jatiana, beserta jajaran manajemen puncak. Turut mendampingi di lokasi acara, Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat Maria Endah Ambarwati, Wakil Administratur, Kepala Seksi, Pabin Jagawana, segenap Kepala Subseksi, serta Asper BKPH Bumijawa bersama jajaran petugas lapangan.

Baca Juga: PPTI Kabupaten Tegal Cetak Duta Pelajar Penanggulangan TBC

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana persemaian, media tanam, serta teknis penyemaian agar benih dapat tumbuh secara optimal.

Kepala Departemen Produksi Divisi Regional Jawa Tengah, Ida Jatiana, memberikan arahan tegas kepada jajaran KPH Pekalongan Barat agar melaksanakan persemaian secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan ketepatan teknis, kualitas bibit, serta pemeliharaan secara berkelanjutan.

“Benih pinus ini untuk siap tanam butuh waktu sebelas bulan, maka harus kita mulai tahun ini untuk kebutuhan tanam tahun depan.”

Baca Juga: Perkuat Tracing TB Paru, Kapolda Jateng Tinjau Program TOSS TB di Kabupaten Tegal

Ia juga memaparkan keunikan benih pinus yang masa panennya berkisar antara bulan Mei sampai Agustus dan memerlukan ruang penyimpanan khusus bersuhu di bawah 10 derajat Celsius. Oleh karena itu, penaburan harus dilakukan secara cepat dan serentak agar persentase daya tumbuh benih tetap tinggi.

Ida juga memuji fasilitas di wilayah ini.

“Persemaian di sini adalah salah satu yang terbaik karena aksesnya paling mudah, sarana prasarana paling lengkap, serta kondisi bibit tahun 2026 untuk tanaman tahun 2027 terpantau sangat bagus dan siap. Tempatnya juga kaya akan sumber air dan medannya sangat ideal untuk persemaian pinus,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan bahwa gerakan tabur benih serentak ini dilaksanakan serentak oleh tujuh KPH di bawah naungan Divisi Regional Jawa Tengah.

Saat ini, KPH Pekalongan Barat telah mengamankan sekitar 101.000 bibit pinus siap tanam untuk alokasi tahun 2026. Proses penanaman akan dimulai pada bulan Desember 2026 hingga Januari 2027, dengan harapan intensitas hujan sudah cukup tinggi agar bibit dapat berakar dengan baik.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak tahap persemaian, diharapkan kebutuhan bibit untuk kegiatan penanaman dapat terpenuhi sesuai target dan standar yang telah ditetapkan.

“Melalui kegiatan tabur benih serentak ini, kami berupaya memastikan proses persemaian berjalan optimal sehingga nantinya tersedia bibit berkualitas untuk mendukung kegiatan tanaman tahun 2027,” ujarnya.

Selain menjadi momentum pelaksanaan tabur benih, kegiatan tersebut juga menjadi sarana monitoring dan evaluasi kesiapan persemaian di Dukuhtengah. **